Breaking News:

Pengadilan Negeri Pontianak Eksekusi Lahan dan Bangunan di Wan Sagaf Pontianak

Ia mengungkapkan, perkara ini masuk ke Pengadilan Negeri Pontianak pada tahun 2013 silam, dimana penggugat terdapat 2 orang

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani
Eksekusi pengosongan bangunan yang berada di Jalan Wan Sagaf, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis 6 Januari 2022. Pengosongan rumah ini dilakukan setelah mendapat putusan Pengadilan Negeri Pontianak yang berkekuatan hukum tetap. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengadilan Negeri Pontianak melakukan eksekusi bangunan dan lahan di Jalan Kh Ahmad Dahlan, gang Wan Sagaf Nomor 5 RT 05 RW 016, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis 6 Januari 2022.

Dengan pengawalan ketat dari TNI dan Polri, Eksekusi lahan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini berlangsung dengan aman dan lancar tanpa kendala apapun.

Satu persatu barang dari bangunan yang di eksekusi di keluarkan oleh tim eksekusi, selanjutnya objek bangunan yang di eksekusi itupun di pagar.

Panitra, Pengadilan Negeri Pontianak Pransis Sinaga menyampaikan bahwa eksekusi pada hari ini adalah eksekusi pengosongan bangunan dan lahan yang sebelumnya sudah menjalani proses hukum di pengadilan Negeri Pontianak sejak beberapa waktu lalu.

BREAKING NEWS - Ibu Muda di Pontianak Melahirkan di Pinggir Jalan

“Yang harus di kosongkan bukan hanya barang, namun juga orangnya harus keluar dari rumah ini, jadi haus benar – benar kosong,’’ ujarnya.

Ia mengungkapkan, perkara ini masuk ke Pengadilan Negeri Pontianak pada tahun 2013 silam, dimana penggugat terdapat 2 orang yakni Cornelia Lanjo dan Yosephine Linda Lanjo.

Sementara tergugat yakni Matheus Agung Wibowo Putro alias Muhammad Agung Wibowo.

Dari hasil persidangan akhirnya pengadilan mengabulkan gugatan pemohon.

Sebelum dilakukan eksekusi, pihak pengadilan terlebih dahulu sudah memberikan surat teguran kepada termohon, dikarenakan tidak ada etikad baik dari termohon Pengadilan pun akhirnya melakukan tindakan eksekusi.

“Dan dari pihak Termohon ini tidak ada upaya hukum apapun, sehingga kita melakukan eksekusi, banding, kasasi tidak ada, sehingga ini sudah berkekuatan hukum tetap,’’ jelasnya.

Pransis Sinaga mengatakan untuk kronologi perkara, objek sengketa yang saat ini dieksekusi ialah milik dari orang tua pemohon dan termohon, dimana terdapat 3 ahli waris.

‘’Jadi ada 3 ahli waris dan ini merupakan harta warisan, jadi selaku ahli waris ada 2 orang penggugat, dan tergugat ini satu orang, dan dalam putusan pengadilan, masing – masing mendapat bagian 1/3 dari nilai objek ini," katanya.

"Jadi untuk menjamin agar objek ini tidak dikuasai salah satu pihak saja, jadi ini dari pihak penggugat untuk di kosongkan, bila mana nanti mau dijual ataupun di pecah sertifikat, dan bila kosong kan lebih mudah untuk menjualnya, dan untuk pembagiannya dikembalikan lagi kepada ahli waris, yang penting masing – masing mendapat 1/3 bagian, itu yang ditetapkan pengadilan," jelasnya menerangkan. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved