Breaking News:

Nelayan Kalbar Kesulitan BBM untuk Melaut, Yoga: Cari Solar Lima Liter Saja Susah❗

Adanya pom mini memang khusus untuk nelayan Sukadana seandainya kan, jadikan tidak ribet lagi

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah nelayan terpaksa tidak melaut dan hanya menyandarkan kapal di Pelabuhan Nelayan Tradisional Sungai Kakap, di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan, Selasa 4 Januari 2022. Nelayan terpaksa tidak melaut karena harga BBM Solar di tingkat pengecer terlampau tinggi dan sulit untuk didapatkan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar membuat sejumlah nelayan dan warga pengguna motor air mengeluh. Imbasnya, para nelayan terpaksa tak bisa melaut karena tak mendapatkan solar.

Yoga, seorang nelayan di Kecamatan Sungai Kunyit, Mempawah, mengeluhkan langkanya bahan bakar solar. Padahal solar tersebut akan digunakan untuk pergi melaut.

Yoga menyebutkan, saat ini ketersediaan solar di Kabupaten Mempawah semakin hari semakin susah didapatkan. Bukan hanya itu dirinya mengatakan harga solar saat ini sangatlah mahal.

"Sekarang memang solar susah didapatkan, mau mencari lima liter saja untuk melaut itupun susah. Harus keliling-keliling kesana kemari hanya demi mendapatkan solar," ujarnya.

Ia mengatakan harga eceran solar di Mempawah saat ini berkisar Rp 8.000 per liter. "Kalau hanya soal harga mahal sih tidak terlalu masalah bagi kami yang mata pencahariannya sebagai nelayan. Ini sudahlah mahal susah mau didapatkan. Yang penting sebenarnya mudah didapatkan saja, kami sebagai nelayan sudah senang," katanya.

Nelayan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah Kalbar Keluhkan Kelangkaan Solar dan Mahalnya Harga

"Kalau saya biasanya untuk melaut kalau jauh memerlukan 20 liter per hari, tapi kalau hanya di tepi-tepi laut paling-paling 10 liter solar per hari sudah cukup," jelasnya lagi.

Untuk itu dirinya berharap di Sungai Kunyit ke depannya ada tempat khusus yang menjual solar khusus hanya untuk nelayan, agar para nelayan tidak susah mencari solar.

"Kami sebagai nelayan berharap memang ada tempat ataupun sejenis pom solar khusus untuk para nelayan. Sehingga kami tidak susah-susah lagi mencari solar untuk melaut," katanya.

Nelayan di Kecamatan Sukadana, Kayong Utara, Sulaiman, berharap ada pom mini khusus untuk nelayan. Jika itu terealisasi akan memudahkan nelayan mendapatkan solar dengan harga yang standar. "Adanya pom mini memang khusus untuk nelayan Sukadana seandainya kan, jadikan tidak ribet lagi," harapnya.

Dirinya juga mengharapkan, yang terpenting stok kebutuhan bahan bakar minyak jenis solar untuk nelayan tetap ada, demi mencukupi kebutuhan melaut. "Yang penting untuk nelayan Sukadana tetap ada," katanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved