Breaking News:

Supir Truck Keluhkan Antrian Panjang Pembelian Solar di Sejumlah SPBU Kota Pontianak

Bahan bakar minyak jenis solar beberap hari belakangan kerap sulit di dapatkan sebulan belakangan di kota Pontianak, satu di antara pemilik mobil truc

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah nelayan terpaksa tidak melaut dan hanya menyandarkan kapal di Pelabuhan Nelayan Tradisional Sungai Kakap, di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan, Selasa 4 Januari 2022. Nelayan terpaksa tidak melaut karena harga BBM Solar di tingkat pengecer terlampau tinggi dan sulit untuk didapatkan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bahan bakar minyak jenis solar beberap hari belakangan kerap sulit di dapatkan sebulan belakangan di kota Pontianak, satu di antara pemilik mobil truck, Egy, mengatakan kalau pun ada, harus mengantri panjang. 

“Kurang lebih satu bulan kebelakang, bbm solar mulai sulit di dapatkan. Kalaupun ada harus antri panjang,” katanya, Rabu, 5 Januari 2022. 

Ia menuturkan rutin membeli Solar di SPBU kota Baru.

BBM Solar Mahal dan Langka, Nelayan di Kabupaten Kubu Raya Tak Melaut

“Saya biasanya membeli solar di SPBU kota baru, karna lokasinya dekat dari rumah. Kalau dalam keadaan ramai, saya belinya saat malam, dengan harga Rp. 5.150 perliter,” terangnya. 

Egy berharap agar Pemerintah bisa mengurangi harga solar, dan mengupayakan terkait ketersediaan Solar.

“Harapan saya, semoga pemerintah bisa lebih memberi kemurahan lagi untuk harga solar, dan juga bisa membantu dalam mengupayakan ketersediaan di kota Pontianak, pungkasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved