Breaking News:

Edi Rusdi Kamtono Sebut Kemacetan di Kawasan Jln Sultan Hamid II Sudah Mulai Terasa Sejak 2010

Sedangkan untuk kendaraan roda empat mobil berkisar antara 400-600 unit yang masuk melalui pelabuhan laut dalam sebulan. Jumlah tersebut presentasi se

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa kemacetan yang kerap terjadi di Kota Pontianak Kalimantan Barat seperti di kawasan Jalan Sultan Hamid 2 tepatnya di persimpangan lampu merah Garuda dan jembatan.

Edi memaparkan penyebab kemacetan tersebut mulai dirasa sejak tahun 2010an. Penyebabnya selain akses jalan yang sempit, juga dikarenakan faktor volume kendaraan yang besar dan aktivitas atau mobilitas masyarakat semakin tinggi, serta kapasitas jalan dan jembatan kecil atau sempit sehingga menyebabkan kemacetan.

Untuk itu, kata Edi, dibutuhkan waktu yang panjang untuk mengurai kemacetan tersebut.

Edi menyebut jika dari tren jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Pontianak sudah menunjukkan akan terjadi kemacetan seperti misalnya untuk kendaraan roda dua sepeda motor yang masih baru, dalam setiap bulannya rata-rata mencapai 9.000 unit yang masuk ke pelabuhan Kota Pontianak dan sepeda motor yang bekas bisa mencapai 1.000- 2.000 ribu unit.

Hotel Aston Pontianak Tawarkan Menu Spesial di Awal Tahun 2022

Sedangkan untuk kendaraan roda empat mobil berkisar antara 400-600 unit yang masuk melalui pelabuhan laut dalam sebulan. Jumlah tersebut presentasi setiap bulan belum hitungan pertahun.

"Itu sudah saya tanya ke agen-agen seperti Yamaha dan Honda jumlahnya kurang lebih segitu. Walaupun itu ada yang dikirim ke Kabupaten/Kota lainnya. Tetapi kalau misalnya 50 persen saja di Kota Pontianak tentu akan menimbulkan peningkatan jumlah kendaraan yang signifikan," ungkapnya.

"Sementara jalan lamban untuk dilakukan pelebaran lantaran terhambat mulai dari anggaran maupun lahan," jelasnya.

Bahkan kita ketahui, tak sedikit kendaraan besar di beberapa lokasi seperti di Jalan Kom Yos Sudarso Pontianak Barat terparkir di pinggir jalan. 

Sehingga kata Edi, harus dilakukan penataan terlebih dahulu secara bertahap. Dalam penataan tersebut  idealnya kata Edi, seperti penataan auto ring road atau jalan lingkar otomatis seperti di Jakarta.

Selanjutnya, beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah. Untuk rencana pembangunan duplikasi jembatan Kapuas 1, Edi mengatakan, bahwa saat ini masih sedang proses lelang untuk fisiknya. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved