Premium Tak Lagi Beredar di Singkawang, Digantikan Pertalite yang Lebih Ramah Lingkungan
Program Langit Biru atau lebih dikenal PLB ini, bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, dalam menggunakan BBM yang berangka RON tinggi
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium tidak lagi beredar di SPBU se-Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
Hal ini terjadi bukan karena kelangkaan Premium, melainkan karena program Pertamina untuk mengubah pemakaian konsumen dari Premium ke BBM yang lebih ramah lingkungan seperti Pertalite.
Menurut Sales Branch Manager II Kalbar PT Pertamina, Avip Noor Yulian, program Pertamina tersebut bernama "Langit Biru" dan telah sejak September 2021 lalu diterapkan di Kota Singkawang yang kemudian diikuti oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia.
"Jadi sejak September lalu, kami bekerjasama dengan Pemda melaksanakan Program Langit Biru di Kota Singkawang, yang juga menjadi program Nasional di seluruh Indonesia," jelas Avip Noor Yulian, Selasa 4 Januari 2022.
• Kapolsek Singkawang Barat & Kapolsek Singkawang Tengah Serahkan Piagam Penghargaan ke UPT Puskesmas
Avip menjelaskan, Program Langit Biru atau lebih dikenal PLB ini, bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, dalam menggunakan BBM yang berangka RON atau Research Octane Number tinggi, seperti Oktan 90.
Dimana RON tinggi seperti Oktan 90 ini diketahui dimiliki BBM jenis Pertalite yang terbukti lebih ramah lingkungan dibandingkan Premium.
Meski demikian, pergantian Premium ke Pertalite yang lebih ramah lingkungan ternyata tidak begitu ramah di kantong. Pasalnya, harga Pertalite yang tidak ditopang dengan subsidi sedikit lebih mahal dari pada Premium.
Di Kalimantan Barat termasuk Kota Singkawang, harga Pertalite berada di angka Rp 7.850, berada sedikit lebih tinggi dari Premium yang berkisar di harga Rp 6.500.
Namun, walau terjadi selisih harga antara Premium dan Pertalite, menurut Avip, tidak mengurangi jumlah konsumen BBM Pertamina.
"Sejauh ini bisa dikatakan tidak ada (pengurangan konsumen), karena pada praktiknya konsumen juga akhirnya teredukasi dan beralih menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan," tukasnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Singkawang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kurnia-010422-spbu.jpg)