Breaking News:

Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2022, Airlangga Sampaikan Pasar Bursa Makin Optimis

Tahun 2017 disampaikan Ketua OJK sebanyak 1,1 juta, dan hari ini 7,4 juta investor utama.Investor retail yang banyak dari anak-anak muda, milenial

Editor: Nina Soraya
Dok/Ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato yang hadir pada Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2022, Senin 3 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Memasuki tahun 2022, perekonomian Indonesia bisa dibilang masih cukup kuat bertahan.

Hal ini karena respons cepat dalam memitigasi risiko varian delta Covid-19 dan terus membaiknya fundamental ekonomi nasional di tahun 2021 yang berdampak positif terhadap pasar modal Indonesia yang ditutup pada level 6.581 pada 30 Desember 2021.

Hal tersebut juga didukung arus modal asing yang masuk ke pasar saham Indonesia senilai USD 2,7 Miliar (ytd) per 30 Desember 2021 yang mendorong perbaikan indeks saham pada periode akhir tahun 2021.

Atas pencapaian ini, pada Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin (3/1), Presiden RI Joko Widodo menyampaikan rasa syukur bahwa di bursa sekarang ini ada kenaikan IHSG di 2021 dan return 10,1%.

Ini sebuah angka yang lumayan tinggi dan kalau dibandingkan dengan Filipina, Malaysia dan Singapura.

"Kita paling atas, ini juga patut kita syukuri,” kata Jokowi.

Dan jumlah orang yang masuk ke bursa, investor pasar modal, ini juga naik sangat tinggi sekali.

Tahun 2017 disampaikan Ketua OJK sebanyak 1,1 juta, dan hari ini 7,4 juta investor utama.

Investor retail yang banyak dari anak-anak muda, milenial.

"Dan kita harapkan ini akan terus membesar dan akan memberikan dorongan kepada pertumbuhan ekonomi negara kita,” lanjut Presiden Joko Widodo.

BEI Beri Penghargaan Galeri Investasi Teraktif

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved