Orang Tua Murid Dukung Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

“Sudah kelamaan takutnya kita, tidak baik kalau seperti itu terus, yang terpenting tetap menggunakan masker dan mencuci tangan saja,” terangnya.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani
Pembelajaran tatap muka (PTM) yang berlangsung di SMP Negeri 2 Pontianak, Jalan Selayar, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin 3 Januari 2022. Pemerintah sudah mengizinkan PTM didaerah dengan level PPKM 1, 2, dan 3. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang di teken oleh 4 Menteri, dengan isi surat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, mewajibkan PTM dengan kondisi tertentu untuk melaksanakan belajar di kelas dengan jumlah murid 100 persen.

Satu di antara orang tua murid, Ibu Nuri, menanggapi terkait Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Mentri, menurutnya kebijakan ini sudah cukup tepat, karena siswa juga butuh berinteraksi bersama teman di sekolah.

“Saya baru tahu ada kebijakan ini, ya baguslah, dari pada belajar online yang dimana tidak semua siswa memiliki Handphone, khususnya anak SD, mereka juga butuh berinteraksi dan bermain bersama teman sebaya,” ungkapnya, Senin, 3 Januari 2022.

Nuri, orang tua murid di salah satu SDN Sei Raya Dalam, Kalimantan Barat, mengatakan tidak boleh takut berlebihan, namun tetap selalu mentaati Protokol Kesehatan (Prokes).

Parkir di Badan Jalan, Sejumlah Mobil di Jl Aliayang Pontianak Dikempiskan Petugas Dishub Pontianak

“Sudah kelamaan takutnya kita, tidak baik kalau seperti itu terus, yang terpenting tetap menggunakan masker dan mencuci tangan saja,” terangnya.

Satu di antara murid SMA di kota Pontianak, juga menanggapi perihal kebijakan SKB empat Menteri ini.

Ia merasa senang karena sudah hampir dua tahun belajar online.

“Senang saya, saya itu cuman enam bulan pertama pas kelas satu SMA belajar full di kelas, sisanya belajar online, tahu-tahu sekarang sudah kelas tiga SMA, memang sempat beberapa waktu lalu ada masuk kelas, cuman kan sebagian saja,” jelasnya.

“Jika memang benar nantinya kelas di sekolah boleh full, ya tidak apa-apa, yang terpenting saya ingin fokus belajar di kelas, demi ujian kelulusan,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved