Harga Cabai Mahal, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalbar Sebut Diakibatkan Banjir

Selain itu, tingginya kebutuhan masyarakat saat natal dan tahun baru pun dikatakannya menjadi faktor meningkatkannya harga cabai.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Seorang warga yang membeli cabai di Pasar Flamboyan Pontianak, Selasa 28 Desember 2021. Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Harga cabai rawit di Kalimantan Barat pada penghujung tahun 2021 meningkat drastis.

Dari data Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalbar rata - rata harga cabai per kilogram di berbagai daerah Kalbar dari bulan Juli 2021 hingga november 2021 mulai dari 40 ribu rupiah hingga tertinggi 80 ribu per kg.

Dan pada bulan Desember 2021 berdasarkan data tersebut harga cabai di Kalbar berkisar 130 hingga 150 ribu rupiah.

Dari data tersebut juga untuk Kota Pontianak rata - rata berada di harga 48 ribu rupiah per Kg, Kubu Raya 47 ribu per Kg, Mempawah 49 ribu per Kg, Singkawang 45 Ribu per Kg.

Kemudian di Sambas 41 ribu per Kg, Sanggau 57 ribu Per Kg, Kayong Utara 56 Ribu Per Kg, Melawi 60 Ribu Per Kg, Ketapang 66 Ribu Per Kg, Kapuas Hulu 81 ribu Per Kg, Sekadau 57 Ribu Per Kg, Sintang 56 Ribu Per Kg, dan Bengkayang 50 Ribu Per Kg.

Targetkan Pelabuhan Internasional Kijing Selesai Mei 2022, Sutarmidji Ingin Peresmian oleh Presiden

Sementara, untuk produksi cabe rawit merah di Kalbar dari Januari hingga November 2021 berjumlah 6.807.7 Ton,

Bader Sasmra S. Hut, MMA, Kepala Bidang Holtikultura, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimanatan Barat menyampaikan bahwa kenaikan harga cabai di Kalbar yang terjadi saat ini disebabkan beberapa faktor.

Diantaranya menurut dia, banjir yang terjadi di beberapa daerah di Kalbar, sementara Kalbar masih belum memiliki daerah sentra penghasil cabai.

Hingga kini, dikatakannya selain dari produksi lokal Kalbar juga masih mengandalkan cabai kiriman dari wilayah di luar Kalbar.

Selain itu, tingginya kebutuhan masyarakat saat natal dan tahun baru pun dikatakannya menjadi faktor meningkatkannya harga cabai.

''harga di pasaran itu berkisar 135 ribuan sampai 150 ribuan, dan ditingkat Petani itu harga kisaran 85 ribuan. dan Secara khusus kita di Kalbar tidak ada daerah pertanian khusus cabai, yang ada swadaya masyarakat," tuturnya, selasa 28 Desember 2021.

"Dan di Kalbar pada tahun 2021 bantuan untuk tanaman cabai sebanyak 3 hektar yang tersebar di Kabupaten Bengkayang, Sintang dan Kapuas Hulu,'' lanjutnya.

Kedepan, bilamana pemerintah hendak menstabilkan harga pangan di Kalbar perlu dibangun BUMD khusus pertanian yang menampung hasil dari para petani, sehingga petani tidak khawatir memproduksi aneka komoditi pertanian.

Disamping itu, dengan adanya BUMD yang berfungsi menampung hasil pertanian, secara langsung pemerintah dapat membantu menstabilkan harga berbagai komoditi pertanian dipasaran. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved