Breaking News:

BBPOM Musnahkan Puluhan Ribu Produk Obat dan Pangan Ilegal

Pihaknya telah menangani sebanyak 53 kasus dengan temuan obat dan makanan ilegal yang dalam hal ini tidak memiliki izin edar.

Penulis: Ferryanto | Editor: Nina Soraya
Tribun Pontianak/Ferryanto.
Kepala BBPOM di Pontianak Fauzi Ferdiansyah (kanan) bersama Kepala Ombudsman Kalbar saat memeriksa berbagai produk obat dan pangan oligal hasil pengawasan BBPOM tahun 2020 hingga 2021, Kamis 23 Desember 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO,ID,PONTIANAK - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak memusnahkan berbagai prodak obat - obatan dan makanan ilegal hasil.

Ribuan prodak tanpa izin itu merupakan hasil pengawasan Balai Besar POM di Pontianak dalam kurun waktu tahun 2020 - 2021.

Sebagai sampel, sejumlah barang berupa obat - obatan dan makanan ilegal itu dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan mesin incenerator.

Kepala BBPOM di Pontianak Fauzi Ferdiansyah menyampaikan bahwa dalam kurun waktu tersebut pihaknya telah menangani sebanyak 53 kasus dengan temuan obat dan makanan ilegal yang dalam hal ini tidak memiliki izin edar dan tidak memenuhi ketentuan lainnya.

"Hasil pengawasan tersebut telah ditindak lanjuti dengan Projustisia sebanyak 10 perkara dan pembinaan sebanyak 43 kasus,'' ujar Fauzi.

Nomor Pengaduan BBPOM

Fauzi mengungkapkan dari total 53 kasus itu terdapat 1.018 item dengan jumlah total mencapai 22.759 pieces barang yang memiliki nilai ekonomi mencapai lebih dari 1,1 Milyar Rupiah, atau Rp. 1.183.168.600 (satu milyar seratus delapan puluh tiga juta seratus enam puluh delapan ribu enam ratus rupiah).

Adapun rincian berbagai barang yang dimusnahkan itu yakni 2.465 pieces obat tradisional tanpa ozin, 943 Obat tanpa izin edar.

84 suplemen tanpa izin edar, 1.898 prodak makanan tanpa izin edar, 4.777 pieces kosmetik tanpa izin edar, dan 12.592 pieces obat tradisional mengandung bahan kimia.

"Selain dimusnahkan dengan mesin incenerator, terhadap berbagai prodak tersebut akan dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan alat tandem roller di area land fill tempat pembuangan akhir (TPA) kabupaten Kubu Raya,'' jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved