Penjelasan dr Andriani Terkait Alur Pemeriksaan Sampel Hingga Dinyatakan Varian Virus Omicron
Sedangkan dengan Genome sequencing perlu waktu kurang lebih 5 hari. Itupun jika sampel tersebut tidak ada antrian di Litbangkes Jakarta.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasus Covid - 19 varian baru Omicron baru-baru ini telah terdeteksi masuk ke Indonesia.
Dengan demikian Pemerintah pusat maupun daerah terus memperketat jalur masuk terhadap pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia.
Diketahui bahwa WHO menamai Virus Corona varian B.1.1.529 dengan nama Omicron yang berasal dari Afrika Selatan.
Belum lama ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan 1.000 reagen khusus untuk mendeteksi varian Omicron ke Laboratorium Untan.
• Penjelasan Kadiskes Kalbar Terkait Satu PMI Suspek Omicron sedang Jalani Isolasi di Sambas
Konsultan Biologi Molekuler Lab Jejaring Pemeriksaan COVID 19 RS UNTAN dan Lab Jejaring Pemeriksaan COVID 19 Labkesda Kalbar di Pontianak, dr Andriani menjelaskan bagaimana cara pemeriksaan sampel skrining COVID 19 varian Omicron dari awal sampai dinyatakan sampel tersebut adalah varian virus Omicron.
Ia menjelaskan untuk pemeriksaan atau skrinning Omicron menggunakan pemeriksaan PCR dengan metode yang disebut S-gene target failure (SGTF).
Ini adalah prosedur pemeriksaan PCR COVID 19 biasa, tetapi pada targetnya ditambah satu yakni menambahkan Gen- S (spike).
“Kalau biasanya kita tidak memeriksa Gen Spike maka pada SGTF ini akan kami sertakan pemeriksaan SGTF bersama gen lainnya,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 19 Desember 2021.
Jika gen-gen lain itu terdeteksi sementara Gen S tidak terdeteksi maka interpretasi hasilnya disebut sebagai kasus probable Omicron atau terduga omicorn.
“Mulai 16 Desember 2021 kemarin kami perdana melakukan skrinning untuk Omicron di Lab Untan di Kalbar dengan bantuan Reagen Kit PCR SGTF sebanyak 1000 reaksi dari Litbangkes, dng jumlah pemeriksaan harian SGTF adalah 20 sample per hari”ujarnya.
Dikatakannya tidak hanya Kalbar saja yang diberikan bantuan Kit PCR tersebut. Tetapi juga Lab yang memiliki daerah atau pintu masuk perjalanan dari luar negeri seperti di Manado, Batam, Denpasar, Jakarta.
Adapun alur pemeriksaannya sendiri dilakukan terhadap semua sampel orang yang melakukan perjalanan luar negeri, seperti di Kalbar dengan mayoritas PMI yang baru pulang dari Malaysia.
“Apabila PMI ini terkonfirmasi Covid-19 baik melalui PCR di PLBN Aruk maupun Entikong atau lainnya. Maka sampel positif ini akan dikirim ke Untan untuk dilakukan pemeriksaan PCR SGTF,”jelasnya.
Secara pararel semua sampel ini, baik yang probable maupun yang bukan, dikirim ke Jakarta untuk dilakukan Genome sequencing.
“Jadi setelah dilakukan PCR SGTF di Lab Untan. Maka semua sampel akan dikemas untuk dikirim ke Litbangkes untuk dilakukan Genome sequencing,”ujarnya.