Breaking News:

Antisipasi Penyebaran Varian Omicron, Kalbar Perketat Pintu Masuk Malaysia & Pelintas Wajib Tes Swab

Pada prinsipnya kita mencegah penularan, jika sudah tertular maka akan benar-benar dilakukan isolasi.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar, Harisson saat ditemui di Ruang Kerjanya, Senin 13 Desember 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar pertemuan dan evaluasi dalam pencegahan dan pengendalian penyakit covid-19 di tingkat Provinsi Kalbar tahun 2021di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Jumat 17 Desemberr 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menyampaikan melalui pertemuan tersebut untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan penanganan covid-19 di Kalbar. Khususnya untuk menindaklanjuti arahan Presiden terhadap telah masuknya varian Omicron di Indonesia.

“Kita sudah membicarakan bahwa kita harus melakukan langkah strategi untuk menekan penularan lokal dari varian virus Omicron bukan tidak mungkin kasus di Jawa pindah ke Pontianak,” tegas Harisson.

Dalam pertemuan tersebut sudah diarahkan Satgas kabupaten/kota untuk tetap melaksanakan 3T yakni testing, tracing dan treatment. Kemudian mendisiplinkan masyarakat dalam penerapan prokes covid-19 dan melaksanakan vaksinasi dengan target sampai 31 Desember sudah 70 persen masyarakat Kalbar yang sudah di vaksin satu.

Pemprov Kalbar Perkuat Langkah Antisipasi Masuknya Varian Omicorn Lewat Pintu Masuk Kalbar

Harisson mengatakan bahwa Presiden meminta agar tidak terjadi penularan lokal dari kasus Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia. Sehingga, masyarakat diharapkan benar-benar melaksanakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan harus disiplin untuk dilaksanakan secara terus menerus.

“Pada prinsipnya kita mencegah penularan, jika sudah tertular maka akan benar-benar dilakukan isolasi. Kita juga harus mengejar target percepatan vaksinasi Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan 1.000 reagen khusus untuk mendeteksi varian Omicron ke Laboratorium Untan. Saat ini Harisson mengatakan Lab Untan sudah mulai melakukan pemeriksaan sebanyak 20 sampel perhari terhadap sampel-sampel kasus positif menggunakan reagen khusus untuk mendeteksi varian omicorn.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat kemungkinan kasus tersebut merupakan varian Omicron atau bukan sebagai bentuk kewaspadaan dalam menangkal Omicron.

Jika ditemukan adanya kemungkinan varian umicorn sampel tersebut akan dikirim ke Litbangkes Kemenkes untuk dipastikan dengan whole genome sequencing.

Setiap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru masuk dari Malaysia ke perbatasan melalui PLBN Aruk dan Entikong dilakukan swab PCR. Jika ditemukan kasus positif Covid-19 maka akan dilakukan isolasi sesuai SOP yang sudah ada.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved