Video Bripka IS dengan IN di Hotel Tersebar - Fakta Hubungan Polisi Beristri dan Istri Tahanan Hamil

Fakta baru akhirnya terungkap setelah bukti video rekaman Bripka IS dan IN di sebuah hotel muncul dugaan hubungan spesial.

Editor: Rizky Zulham
YouTube Tribun Tribunnews
Video Bripka IS dengan IN di Hotel Tersebar - Fakta Hubungan Polisi Beristri dan Istri Tahanan Hamil. 

Hubungan tersebut pun berlanjut hingga IN dinyatakan hamil.

Bulan ke-4 Kasus Subang! Tugas Berat Polisi, Paket Spesial Danu dan Kondisi Istri Muda Yosef Disorot

Polisi Bantah ada Unsur Paksaan

Polda Sumsel membantah ada unsur paksaan yang dilakukan Bripka IS terhadap IN

Seperti diberitakan sebelumnya, IN mengaku takut saat suaminya, FP hendak dipindah ke Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Nusakambangan.

Lalu, IN terpaksa mengikuti kemauan Bripka IS dengan harapan FP tak dipindah.

Sementara itu, kabar soal IN hamil membuat FP terkejut.

Melalui kuasa hukumnya, Feodor Novikov Denny, FP melapor ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumatera Selatan, Jumat 10 Desember 2021.

"Awalnya istri klien kami IN ini diajak ke hotel oleh IS dengan ancaman. Katanya kalau IN tidak mau melayani IS, maka suaminya FP akan dipindahkan tahanannya ke Nusa Kambangan," kata Feodor, melalui sambungan telepon, Sabtu 11 Desember 2021.

Nama-nama Tersangka Kasus Subang Diungkap Polisi, Pelaku Ternyata Lebih dari Satu?

Sanksi

Diberitakan Tribunnews sebelumnya, Buntut tudingan yang dilayangkan pada Bripka IS soal dugaan perzinahan itu, ia resmi dijatuhi sanksi lewat sidang disiplin karena dinilai telah mencoreng nama baik institusi Polri.

Lantaran, Bripka IS yang sudah berkeluarga menjalin hubungan terlarang dengan IN, istri napi narkoba, hingga hamil dua bulan.

Akibat perbuatannya, Bripka IS dijatuhi hukuman penjara selama 21 hari, juga penundaan mengikuti pendidikan selama satu periode.

"Dia punya istri, tapi ada wanita lain. Maka Bripka IS dijatuhi sanksi berupa penempatan dalam tempat khusus selama 21 hari, serta penundaan mengikuti pendidikan selama satu periode dengan masa pengawasan terhitung mulai 13 Desember 2021 sampai 13 Juni 2022.

"Sanksi itu berlaku mulai hari ini sejak putusan sidang dijatuhkan," tutur Kombes Supriadi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved