Psikologi

Singkirkan Potensi Dendam di Hati, Berikut 5 Cara Ajarkan Anak Berani Minta Maaf dan Akui Kesalahan

Dengan begitu, anak mampu menanggapi situasi dengan bijaksana dan menyingkirkan potensi dendam di dalam hatinya.

freepik.com
Batu bata mainan di atas meja dengan kata sorry yang berarti maaf. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mengakui kesalahan dan meminta maaf merupakan sikap pemberani dan ksatria.

Tak semua orang mampu melakukannya.

Maka sangat perlu mengajarkan karakter ini kepada anak sejak usia dini.

Sejatinya, minta maaf adalah respons terhadap perbuatan yang telah dilakukan, baik disengaja maupun tidak disengaja.

Dengan begitu, anak mampu menanggapi situasi dengan bijaksana dan menyingkirkan potensi dendam di dalam hatinya.

Selain itu, hal ini juga mencegah anak-anak tumbuh menjadi seorang pecundang yang lari dari masalah tanpa bersedia menghadapinya.

Melansir dari Mindbodygreen, berikut lima cara mengajarkan anak berani minta maaf dan mengakui kesalahan.

1. Memilih untuk Minta Maaf

Minta maaf atau memaafkan orang lain harus dipilih dan diputuskan dengan sadar, tulus, serta tanpa paksaan.

Ajarkan pada anak bahwa minta maaf bukan berarti kalah atau tunduk, melainkan cara menghadapi masalah dengan mengakuinya.

Beri tahu bahwa minta maaf tidak membuatnya rugi atau kehilangan, justru langkah efektif untuk memperbaiki diri dan hubungan dengan orang lain.

2. Jadilah Teladan

Mengajarkan pada anak berarti mengingatkan diri sendiri juga atas pentingnya minta maaf kepada sesama.

Janganlah ragu dan gengsi jika kamu sebagai orang tua minta maaf terlebih dahulu kepada anak, ini justru perilaku baik.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved