Menhub Budi Karya Sumadi Ungkap Total Biaya Pembangunan Bandara Tebelian Sintang
Tahun 2011 dan terus dilakukan pengembangannya hingga tahun 2020 Bandara Tebelian dibangun dan dikembangkan dengan total biaya sekitar Rp. 580 Milyar
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bandar Udara Tebelian di Sintang, Kalimantan Barat, bakal diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, pada hari ini, Rabu 8 Desember 2021.
Bandara kebanggaan masyarakat timur Kalbar tersebut dibangun sejak tahun 2011 silam dan resmi beroperasi sejak 26 April 2018 menggantikan bandara Susilo.
Sebelum diresmikan Presiden Jokowi, Mentri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Ketua Komisi V DPR-RI, Lasarus meninjau terlebih dahulu Bandara Tebelian, untuk memastikan kesiapannya.
Bahkan, H-1 sebelum diresmikan, Budi Karya Sumadi juga kembali mengecek kondisi sisi darat dan udara bandara.
• Resmikan Bandara Tebelian Sintang, Presiden Jokowi Kenakan Jaket Bomber Motif Manok
“Bandara Tebelian di Sintang dibangun sejak tahun 2011 dan terus dilakukan pengembangannya hingga tahun 2020. Bandara ini dibangun dan dikembangkan dengan total biaya sekitar Rp. 580 Milyar,” kata Budi Karya Sumadi, Rabu 8 Desember 2021.
Bandara Tebelian Sintang, dibangun untuk menggantikan bandara eksisting yaitu Bandara Susilo, yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi karena berada di pusat kota dan dikelilingi pemukiman.
“Kehadiran bandara ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan transportasi udara di Kabupaten Sintang dan sekitarnya,” harap Menhub.
Sebagai informasi, pengembangan Bandara Tebelian dilakukan diatas lahan sekitar 153,6 hektar, yang telah dihibahkan oleh Pemkab Sintang kepada Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.
Bandara Tebelian saat ini memiliki terminal penumpang seluas 2.000 m² yang mampu melayani 75 ribu penumpang per tahun, panjang runway 1.820 m x 30 m yang mampu didarati pesawat sejenis ATR-72/600, taxiway 160 m x 18 m dan Apron 220 m x 60 m, yang mampu menampung 4 pesawat ATR-72.
Selain untuk meningkatkan perekonomian di wilayah timur Kalbar, keberadaan bandara ini juga mendukung pertahanan serta keamanan di wilayah perbatasan. Rencananya, di kawasan Bandara Tebelian Sintang, akan dibangun skuadron TNI Penerbad.
Berdasarkan kajian yang dilakukan PT Secon Dwitunggal Putra terhadap rencana pengembangan Bandara Tebelian Sintang, saat ini Bandara Tebelian memiliki panjang landasan pacu 1.820 meter dengan lebar 30 meter dan masuk kategori bandara tipe 4C. Selama ini sudah digunakan pesawat tipe ATR 72-600 dari maskapai NAM Air dan Wings Air dengan kapasitas 70 seat.
Lalu lintas pesawat pada 2015 sebanyak 1.303 kali, tahun 2016 sebanyak 2.248 kali, tahun 2017 sebanyak 2.236 kali, tahun 2018 sebanyak 2.728 kali, tahun 2019 sebanyak 1.452 kali dan tahun 2020 sebanyak 460 kali.
Jumlah penumpang pada Tahun 2015 sebanyak 49.393 penumpang, tahun 2016 sebanyak 73.190 penumpang, tahun 2017 sebanyak 96.063, tahun 2018 sebanyak 118.797 penumpang, tahun 2019 sebanyak 68.781 penumpang dan tahun 2020 sebanyak 20.064 penumpang karena dampak pandemi.
Berdasarkan survey, terhadap para penumpang di Bandara Tebelian. Hasilnya 53 persen penumpang menginginkan adanya penerbangan langsung dari Bandara Tebelian ke Jakarta.
Sementara ada 15 persen menginginkan adanya penerbangan langsung ke Yogyakarta, 11 persen menginginkan adanya penerbangan langsung ke Bandung dan Surabaya. (*)
(Simak berita terbaru dari Sintang)