Breaking News:

Divisi Humas Mabes Polri Gelar FGD Kontra Radikal Bersama Tokoh Masyarakat dan Agama

Kombes Pol Sugeng menyampaikan kegiatan ini adalah program khusus dari mabes Polri untuk melihat sejauh mana masyarakat memiliki daya tangkal

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan Mabes Polri di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin 6 Desember 2021. Kegiatan bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam rangka peliputan kontra radikal di wilayah hukum Polresta Pontkanak dan Polres Kubu Raya. Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Divisi Humas Mabes Polri menggelar Focus Groub Discussion (FGD) bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Bertempat di aula Polresta Pontianak, FGD yang bertajuk peliputan kontra radikal ini di buka langsung oleh Kombes Pol Sugeng Hadi Sutrisno selaku Kabag Anev Divisi Humas Polri yang didampingi Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go.

Selain itu, Pihak kepolisian juga menghadirkan Pengurus Harian BPET MUI (Badan Penanggulangan Ekstrimis dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia) Pusat, yakni Ustad Muhammad Makmum Rasyid.

Kombes Pol Sugeng menyampaikan kegiatan ini adalah program khusus dari mabes Polri untuk melihat sejauh mana masyarakat memiliki daya tangkal terhadap paham - paham radikal di lingkungan masyarakat.

Baca juga: Cegah Radikalisme, Pengurus Harian BPET MUI : Jangan Paksakan Keyakinan Kita Ke Keyakinan Orang Lain

Paham radikal dijelaskannya merupakan paham yang tidak sesuai dengan aturan dan norma hidup yang ada, dimana dalam pemahamannya terdapat suatu kebencian karena paham tersebut menganggap pihak lain salah, dan dia yang benar seluruhnya.

Dengan berkembangnya tekonologi informasi yang begitu pesat, ia menilai saat ini perkambangan paham radikal sangat cepat berkembang, oleh sebab itu ia menghimbau kepada masyarakat lebih berhati - hati dan harus memiliki daya tangkal dalam dirinya.

''bila masyarakat memiliki daya tangkal, maka paham radikal ini bisa tidak masuk, bila mana ada paham - paham yang tidak sesuai ajaran dan norma yang ada ini harus segera disampaikan kepada kita,''tuturnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved