Breaking News:

Antrian Kendaraan Antri BBM Mengenai Badan Jalan, Acam Harap Pihak SPBU Timbun Beram Jalan

Proses antrian Lanjut Ketua DPC Partai Hanura Sanggau itu, Tidak masalah, Asalkan proses antrian tidak menghambat arus lalu lintas

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/HENDRI CHORNELIUS
Wakil Ketua DPRD Sanggau, Acam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Wakil Ketua DPRD Sanggau, Acam berharap kepada pemilik SPBU di Kabupaten Sanggau yang secara umum operasionalnya berada ditepi akses jalan nasional maupun jalan Provinsi agar dapat menimbun barem jalan diarea terdekat operasional SPBU tersebut.

"Dan ini yang kami soroti adalah di akses jalan nasional, Penghubung antara Simpang Ampar (Tayan Hilir) menuju Pontianak. Ada satu SPBU yang ada disana, Kami meminta dengan sangat kepedulian dari pengelola atau pemilik SPBU untuk menimbun beram jalan, Sehingga proses antrian kendaraan untuk mengisi BBM tidak menggangu aktifitas daripada mobilitas masyarakat pengguna jalan tersebut,"katanya, Senin 6 Desember 2021.

"Persoalan yang terjadi saat ini dan memang sudah keluhan yang lama, Aspirasi dari masyarakat bahwa lalu lintas jalan, Akses mobilisasi barang dan orang menjadi terganggu oleh adanya aktivitas antrian BBM secara khusus kendaraan berjenis bahan bakar solar,"tambahnya.

Proses antrian Lanjut Ketua DPC Partai Hanura Sanggau itu, Tidak masalah, Asalkan proses antrian tidak menghambat arus lalu lintas atau pengendara yang lain. Disini, Antrian kendaraanya sebelah kiri jalan semua.

Baca juga: Polres Sanggau Amankan Satu Orang Diduga Penjual Narkotika

"Jauh lebih baik mengambil tindakan inisiatif untuk menanggulangi berbagai hal yang mungkin bisa terjadi. Bisa saja kles mulut, emosional, dan terjadi tindak kekerasan atau kriminal oleh karena rebutan antrian ditempat itu. Bukan hanya pengantri SPBU, tetapi juga pengguna jalan yang hanya bisa menggunakan satu jalur saja. Ini harus segera untuk ditangani, Karena hari demi hari jumlah masyarakat pemilik kendaraan roda empat mengalami peningkatan,"jelasnya.

Acam juga menceritakan bahwa pada Kamis 2 Desember 2021 Malam, dari Pontianak ke Tayan Hilir, dirinya juga sempat terjebak macet dititik tersebut dan bahkan mencapai kurang lebih 45 menit terjebak macet.

Sebelumnya ada Urusan Dinas di Pontianak mendampingi Komisi IV DPRD Sanggau untuk koordinasi ke Dinas Sosial berkaitan dengan UU Cipta Kerja, Bukan hanya itu saja tetapi hal lain berkaitan dengan BPJS dan hal lain yang berkaitan dengan Ketenagakerjaan.

"Itu saya sempat antri panjang sekitar 45 menit. Saya kemudian kontak Polsek setempat untuk mengurai kemacetan yang panjang, Karena masing-masing ngotot karena hanya menggunakan satu jalur atau ruas jalan. Yang dari arah Tayan mau ke Pontianak tidak bisa mundur kendaraannya karena kendaraan sudah berderet panjang. Yang dari Pontianak ke Tayan juga tidak bisa mundur, Akhirnya terjadi antrian yang sangat panjang pada saat itu. Tapi bersyukur Polsek setempat cepat bertindak dan kemacetan dapat teruraikan,"tuturnya.

Untuk itulah, Acam juga berharap kedepan agar Pemerintah juga membuat regulasi bahkan mungkin aturan yang digunakan saat ini perlu untuk dikaji kembali.

"Membuat legasi yang jauh lebih baik dengan penataan ruang yang boleh dikatakan sempurna, Sehingga kedepan tidak menimbulkan persoalan bagi generasi penerus, Misalnya jarak antara SPBU dengan badan jalan ini minimal 50 meter dan bahkan 100 meter, Sehingga mereka akan masuk seperti rest area. Tidak seperti ini, Itu yang kita harapkan,"pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sanggau)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved