Breaking News:

Cerita Seorang Nenek Bersama Cucunya Selamat dari Erupsi Gunung Semeru, Sinten : Seperti Kiamat

Mereka selamat setelah berlari hingga 13 kilometer untuk menyelamatkan diri sebelum awan panas menyapu rumahnya hingga luluh lantak.

Editor: Zulkifli
Kolase Foto SURYA.co.id/Tony Hermawan/Internet
Gunung Semeru meletus sejak Jumat Sore dan kembali meletus dengan guguran lava pijar disertai gemuruh pada Sabtu4 Desember 2021 sore. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bencana erupsi gunung Semeru menimbulkan duka mendalam.

Bencana yang tiba-tiba datang tersebut meluluh lantakan pemukiman warga yang berada di jarak yang terbilang terdekat dengan gunung tersebut.

Tak hanya kerugian materil, bahkan dilaporkan bencana erupsi Semeru telah menelan korban jiwa.

Situasi mencekam tergambarkan dari penuturan warga yang berhasil selamat dari erupsi gunung Semeru.

Status Tanggap Darurat Lahar Hujan Gunung Merapi Berlaku 2-15 Desember 2021

Satu di antaranya Sinten (60), dan cucunya Dewi Novitasari (17), warga Dusun Curah, Desa Supiturang, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, selamat dari ganasnya erupsi Gunung Semeru, Sabtu 4 Desember 2021.

Mereka selamat setelah berlari hingga 13 kilometer untuk menyelamatkan diri sebelum awan panas menyapu rumahnya hingga luluh lantak.

"Saya tak sempat menyelamatkan harta benda.

Saya tak memikirkan itu, yang terpenting selamat dari terjangan awan panas. Lima motor hangus dan rumah saya roboh," kata Sinten, saat ditemui di RSUD dr. Haryoto, Lumajang, dikutip dari Tribunnews.com

Sebelum awan panas meluluh lantakan rumahnya, Sinten dan cucunya sempat melihat ke arah Gunung Semeru.

Saat itu, ia melihat Gunung Semeru memuntahkan asap abu-abu tebal ke udara.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved