Breaking News:

Psikologi

Pakar Psikologi Sebut Alasan Minta Maaf Sulit Dilakukan Meski Kita yang Salah

Keadaan ini terhubung dengan ego yang keras kepala di mana emosi jiwa tidak mampu mengakui bahwa kita melakukan kesalahan.

freepik.com
Pacar Asia yang lucu dan membutuhkan harapan meminta bantuan, memohon dengan wajah menyedihkan cemberut, meminta maaf. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Meminta maaf dan mengakui kesalahan tak bisa dilakukan semua orang.

Sebagian orang masih mendengarkan egonya ketimbang harus meminta maaf.

Keadaan ini terhubung dengan ego yang keras kepala di mana emosi jiwa tidak mampu mengakui bahwa kita melakukan kesalahan.

“Ego, pada tingkat dasar didefinisikan sebagai 'rasa harga diri atau kepentingan diri seseorang,'” kata Dr. Sanam Hafeez, seorang neuropsikolog di New York City, mengutip NBC News.

4 Cara Terbaik Meminta Maaf agar Tak Semakin Memperburuk Keadaan

Ia menambahkan, sisi egosentris menginginkan kita selalu menang, apakah saat konfilk atau debat konyol tentang hal tidak penting.

Salah satu alasan mengapa kebanyakan dari kita tidak bisa mengakui kesalahan hanyalah karena kurangnya kesadaran diri.

Alhasil, kita mendahulukan ego untuk meyakinkan bahwa diri kita benar dan orang lain salah.

Padahal, sudah jelas kita salah.

“Mengakui bahwa kita telah melakukan kesalahan terlalu mengancam harga diri karena akan menyebabkan rasa malu, bersalah, atau menantang keyakinan,” kata Dr. Kate Kaplan, psikolog klinis berlisensi di Los Angeles, CA.

Ia melanjutkan, “Akhirnya, kita menyangkal kesalahan untuk melindungi citra diri.”

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved