Mengungkap Fakta Novia Widyasari Meninggal di Makam Ayahnya - Apakah Boleh Sianida Dijual Bebas?
Kisah Novia Widyasari Rahayu mendadak viral di media sosial khususnya Trending Twitter Indonesia hari ini Sabtu 4 Desember 2021.
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kisah Novia Widyasari Rahayu viral di media sosial khususnya Trending Twitter Indonesia hari ini Sabtu 4 Desember 2021.
Korban berusia 23 tahun dan merupakan warga di Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Isa juga tercata sebagai mahasiswi di perguruan tinggi Kamis 2 Desember 2021 sekitar pukul 15.30 WIB.
Diduga mahasiswi tersebut meninggal usai nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum racun jenis Sianida.
Sebelum kejadian, juru kunci makam Dusun Sugihan, Sugito (60) mengaku sempat melihat korban mengendarai sepeda motor ke area pemakaman.
• VIRAL Tagar Novia Widyasari Rahayu - Mahasiswi Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Atas Makam Ayahnya
Namun saat Sugito sedang bersih-bersih pemakaman, ia melihat korban sudah tergeletak di atas makam ayahnya yang meninggal 100 hari lalu.
"Saya melihat dia (korban) sudah terlentang dan ternyata sudah meninggal," ungkapnya, Jumat 3 Desember 2021, dikutip dari Tribunnews.com.
Tubuh mahasiswi itu tergeletak saat ditemukan
Sugito juga menemukan sebuah botol berisi air warna kemerahan dan cokelat diduga racun yang berada di dekat NWR.
"Ada botol masih ada isi dan sedotan plastik, aromanya menyengat," jelas Sugito.
Trending Twitter
Kisah Novia Widaysari Rahayu tersebut pun menjadi sorotan di media sosial (medsos) hingga namanya merajai deretan trending di media sosial Twitter.
Hingga Sabtu 4 Desember 2021 sekira pukul 09.00 WIB, dari pantauan KOMPAS.TV ada lebih dari 3.000 cuitan di Twitter yang membicarakan sosoknya.
• BABAK BARU Kasus Paket Sate Sianida, Ide Kirim Racun Ternyata Muncul dari Sosok di Belakang Layar
Dari ribuan cuitan tersbeut, NWR diduga mengakhiri hidup lantaran menderita depresi akibat persoalan pribadi dengan kekasihnya.
Dugaan depresi seperti juga disampaikan Kapolsek Sooko AKP Moch Shohibul Yakin. Ia menjelaskan korban meninggal diduga mengakhiri hidup lantaran depresi. Kini, pihaknya tengah menyelidiki minimum diduga berisi racun itu.