Mengungkap Fakta Peseteruan Petinggi MPR dan Sri Mulyani hingga Istana Buka Suara

Perseteruan para petinggi MPR dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhir-akhir menyita perhatian publik.

Editor: Rizky Zulham
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY ZULHAM
Bamsoet Soesatyo dan Sri Mulyani. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Perseteruan para petinggi MPR dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhir-akhir menyita perhatian publik. Ada apa sebenarnya?

Hubungan para pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah memburuk.

Setidaknya, ada 2 penyebab utama yang melatarbelakanginya.

Institusi yang sempat menjadi lembaga negara tertinggi di Indonesia itu mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Sri Mulyani dari posisinya.

Pimpinan MPR menilai perempuan yang disapa Ani tersebut tak cakap dalam mengatur keuangan negara.

Heboh Perseteruan MPR dengan Sri Mulyani Soal Anggaran, Berapa Gaji Pimpinan MPR RI Terbaru?

Sejumlah pimpinan MPR, termasuk Bambang Soesatyo telah angkat suara terkait terkait kekecewaan terhadap Sri Mulyani.

Sebab peseteruan MPR vs Sri Mulyani

1. Sri Mulyani dianggap tak menghargai MPR

Orang nomor satu di MPR, Bambang Soesatyo, menjelaskan para pimpinan MPR RI dalam Rapat Pimpinan MPR RI meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani menghargai hubungan antar lembaga tinggi negara.

Pasalnya, Sri Mulyani beberapa kali tidak datang memenuhi undangan rapat dari pimpinan MPR RI dan Badan Penganggaran MPR RI, tanpa adanya alasan yang jelas.

Padahal, kehadiran Menteri Keuangan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan koordinasi dengan MPR RI sebagai lembaga perwakilan rakyat yang diisi oleh 575 anggota DPR RI dan 136 anggota DPD RI.

"Sebagai Wakil Ketua MPR RI yang mengkoordinir Badan Penganggaran, Pak Fadel Muhammad merasakan betul sulitnya berkoordinasi dengan Menteri Keuangan," kata Bamsoet, sapaan akrabnya.

"Sudah beberapa kali diundang oleh Pimpinan MPR, Sri Mulyani tidak pernah datang. Dua hari sebelum diundang rapat, dia selalu membatalkan datang. Ini menunjukkan bahwa Sri Mulyani tidak menghargai MPR sebagai lembaga tinggi negara," jelas Bamsoet lagi.

Bamsoet menjelaskan, beberapa kali Badan Anggaran MPR juga mengundang Sri Mulyani rapat untuk membicarakan refocusing anggaran penanggulangan Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved