Breaking News:

Wakil Ketua KPK Sebut Kepala Desa Korupsi Tak Perlu Dipenjara

"Artinya apa? Enggak efektif, enggak efisien, negara lebih banyak keluar duitnya dibandingkan apa yang nanti kita peroleh," kata Alex.

Editor: Nasaruddin
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut, kepala desa yang terbukti korupsi tidak perlu diproses ke pengadilan.

Menurutnya, masalah itu cukup diselesaikan dengan mengembalikan uang dan dipecat.

"Kalau ada kepala desa taruhlah betul terbukti ngambil duit tapi nilainya enggak seberapa, kalau diproses sampai ke pengadilan, biayanya lebih gede," ucap Alex dalam Peluncuran Desa Antikorupsi di Kampung Mataraman Panggungharko, Yogyakarta, yang dikutip melalui YouTube KPK RI, Kamis 2 Desember 2021.

24 JAM Harus Merawat Gala Anak Vanessa Angel, Maharani Kemala Terkejut Lihat Perubahan Tubuh Fuji

Alex berpendapat bahwa kepala desa biasanya melakukan korupsi dengan nominal kecil.

Biaya pengusutan kasusnya pun lebih besar ketimbang nominal uang yang diambil kepala desa.

"Artinya apa? Enggak efektif, enggak efisien, negara lebih banyak keluar duitnya dibandingkan apa yang nanti kita peroleh," kata Alex.

Dia meminta kepala desa dipaksa mengembalikan uangnya jika terbukti korupsi.

Jika memungkinkan, kepala desa yang korupsi diminta dipecat.

Uang yang dikembalikan secara paksa itu harus masuk ke kas desa.

REAKSI Tak Terduga Doddy Sudrajat Saat Dituding Bukan Ayah Kandung Vanessa Angel?

Dengan begitu, masyarakat bakal kembali menikmati uang negara yang sudah dikorupsi oleh kepala desa.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved