Breaking News:

Hari AIDS Sedunia, Mardiana Imbau Orang Tua Edukasi dan Awasi Anak Jauhi Seks Bebas dan Narkotika

Kasus ini cenderung menurun bila dibandingkan pada tahun 2020, dimana dari sampel 21.558 orang terdapat 102 kasus positif HIV/AIDS.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani
Peringatan hari AIDS yang digelar di Taman Catur, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 1 Desember 2021 malam. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidig Handanu mengatakan, kasus HIV/AIDS di Kota Pontianak cukup tinggi, terdata di tahun 2021 terdapat 59 kasus, diantaranya 23 kasus dengan stadium AIDS dan 36 kakus dengan HIV. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANK.CO,ID, PONTIANAK - Satu Desember diperingati sebagai hari AIDS Sedunia, pada 1 Desember berbagai masyarakat di dunia menggelar berbagai peringatan virus AIDS, yang hingga kini masih belum didapatkan obatnya.

Di Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat dari 18.244 sampel yang diambil pada 2021, terdapat 59 sampel yang dinyatakan postif HIV / AIDS.

Kasus ini cenderung menurun bila dibandingkan pada tahun 2020, dimana dari sampel 21.558 orang terdapat 102 kasus positif HIV/AIDS.

Kendati terjadi penurunan kasus, Anggota DPRD Kota Pontianak Mardiana dari Fraksi Golkar menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan menjauhi perilaku hidup berbahaya yang dapat menjerumuskan diri ke HIV / AIDS seperti Sex Bebas dan Narkotika.

Hari AIDS Sedunia, 2021 Dinkes Pontianak Temukan 59 Kasus HIV/AIDS

Ia menerangkan walaupun bagi pengidap virus yang ada dalam dirinya dapat ditekan dengan obat - obatan yang ada, namun hingga kini belum ada obat yang mampu menghilangkan virus itu seluruhnya.

Kepada orang tua yang ada di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat Umumnya, ia berharap dapat lebih memberikan perhatian kepada putra dan putrinya dalam pergaulan, agar tidak terlibat dalam Sex Bebas serta konsumsi obat - obatan terlarang khususnya yang menggunakan jarum suntik.

Peranan orang tua dinilainya sangatlah besar dalam mencegah anak - anak terjerumus ke dunia Sex Bebas dan Narkortika, dimana orang tua harus aktif dalam mengawasi pergaulan anak, dan saat ini yang tidak kalah penting ialah pengawasan terhadap gaget yang dipegang oleh anak.

Dari smartphone yang dapat mengakses berbagai informasi ini, iapun memberikan warning agar para orang tua tidak lalai dan membiarkan anak - anak menggunakan smartphone tanpa pengawasan.

Karena dari genggamannya saat ini, bila disalahgunakan, anak - anak dapat mudah terpengaruh hal - hal yang seharusnya belum mereka ketahui.

"orang tua yang utama, harus bisa mengawasi anak - anaknya dengan baik, berikan perhatian kepada anak - anak dirumah agar mereka tidak mencari perhatian diluaran yang dapat menyebabkan merekas salah bergaul, berikan edukasi Sex yang baik dan bahayanya Sex Bebas serta narkotika bagi kita,''tuturnya berpesan.

Lalu, Kepada pihak swasta khususnya pelaku usaha perhotelan dan penginapan yang ada di Kota Pontianak, iapun berharap dapat lebih selektif dalam memberikan fasilitas menginap kepada warganya, bilamana ada tamu yang mencurigakan pihak pengelola wajib menolak.

Kepada Instansi terkait iapun berharap juga untuk dapat lebih aktif lagi saat ini mensosialisasikan bahayanya perilaku bebas tidak bertanggung jawab yang dapat menjurus ke HIV dan AIDS.

Walaupun Mardiana menegaskan masyarakat untuk menjauhi perilaku yang menjurus ke HIV /AIDS, namun ia berpesan untuk tidak mengucilkan dan menjauhi orang - orang yang mengidap HIV / AIDS.

Ia menerangkan seorang pengidap HIV / AIDS tidak lah berbahaya, dan pengidap HIV/AIDS sangat memerlukan dukungan moril dari masyarakat sekitarnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved