Hari AIDS Sedunia, 2021 Dinkes Pontianak Temukan 59 Kasus HIV/AIDS
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidig Handanu mengatakan, kasus HIV/AIDS di Kota Pontianak cukup tinggi, terdata di tahun 2021 terdapat 59 kasus
Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -1 Desember merupakan hari peringatan HIV / Aids Sedunia.
Di Kota Pontianak, peringatan Hari HIV / Aids dilangsungkan di taman Excafe Nineten jalan Jendral Ahmad Yani Pontianak, Rabu 1 Desember 2021 malam.
Puluhan warga Pontianak mengenakan baju berwarna merah menghidupkan lilin di tengah - tengah lapangan berbentuk pita simbol hari HIV/AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidig Handanu mengatakan, kasus HIV/AIDS di Kota Pontianak cukup tinggi, terdata di tahun 2021 terdapat 59 kasus.
Dari 59 kasus yang ditemukan, ada sekitar 23 kasus dengan stadium AIDS dan 36 kakus dengan HIV.
Handanu menyampaikan, dari jumlah kasus tersebut, yang paling dominan adalah kelompok usia produktif, usia 25-49 tahun, dengan proporsi di atas 70 persen. Kasus juga didominasi oleh laki-laki dibanding perempuan.
“Angka ini sebenarnya mengalami menurunan sebanyak 50 persen dibandingkan tahun 2020. Sebanyak HIV/AIDS sebanyak 102 kasus,” kata dia.
Pada tahun 2020, Dinas Kesehatan Pontianak telah melakukan tes sebanyak 21.558 orang dan menemukan 102 kasus positif HIV/AIDS.
• Peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember - Berikut Kumpulan Ucapan dan Link Twibbon
Sedangkan tahun 2021, sebanyak 18.244 sampel dengan temuan kasus sebanyak 59 kasus. Meskipun terdapat perbedaan sekitar 3.000 sampel, tetapi sudah menunjukan penurunan 50 persen.
“Mudah-mudahan ini menunjukan trend yang positif. Menunjukan kesadaran masyarakat terhadap penularan HIV/AIDS,” bebernya.
Handanu mengatakan, penyakit HIV/AIDS menjadi salah satu penyakit yang prioritas yang harus ditanggulangi. Hingga saat ini, lanjutnya, obat-obat HIV/AIDS masih menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.
“Sementara tanggungjawab Pemerintah Kota Pontianak pada aspek upaya promotive, preventif dan penemuan kasus secara cepat. Sehingga, jika kasus ditemukan secara cepat, maka pengobatan juga dilakukan dengan cepat dan akan mengurangi dampak-dampak dari penyakit itu sendiri,” terangnya.
Kendati demikian, kata Handanu, obat-obatan HIV sudah tidak menjadi masalah, bahkan pelayanan HIV/AIDS sudah ada di tingkat pelayanan dasar seperti puskesmas.
“Jadi obat-obat HIV/AIDS sudah bisa diambil di puskesmas kota Pontianak,”ujarnya.
Dengan momentum peringatan ini, ia berharap dapat mengingatkan masyarakat bahwa HIV/AIDS masih ada disekitar kita dan masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. (*)
(Simak berita terbaru dari Pontianak)