Breaking News:

Dapat Jatah 53 CPNS dan 1066 PPPK, Kalbar Masih Kekurangan Guru

Tes PPPk non guru sudah selesai tapi belum diumumkan, sedangkan tes PPPK guru belum selesai, masih ada tes tahap 2 dan 3 tapi jadwal tesnya belum ada

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ridho
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalbar, Ani Sofian . DHO 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat Ani Sofyan menyampaikan bahwa proses tes Seleksi Kompetensi Bidang Calon Pegawai Negeri Sipil di Kalimantan Barat sudah selesai per 1 Desember 2021.

Proses selanjutnya hanya tinggal menunggu pengumuman peserta yang dinyatakan lulus oleh Pusat.

Untuk tahun 2022 dengan tes pelaksanaan 2021 ini, Ani Sofyan mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat mendapat kuota sebanyak 53 formasi CPNS, kemudian 1066 untuk PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Dari jumlah 1066 formasi itu terdiri dari PPPK Teknis sebanyak 37 orang, 65 Bidang Kesehatan, dan 964 guru.

Hari AIDS Sedunia, 2021 Dinkes Pontianak Temukan 59 Kasus HIV/AIDS

"Tes PPPk non guru sudah selesai tapi belum diumumkan, sedangkan tes PPPK guru belum selesai, masih ada tes tahap 2 dan 3 tapi jadwal tesnya belum ada,''ungkapnya, kamis 2 Desember 2021.

Ani Sofyan mengungkapan kuota CPNS dan PPPK yang disediakan oleh pusat sejatinya masih belum ideal, berdasarkan dapodik, saat ini kekurangan guru di Kalbar mencapai 3.007 orang.

"Dari angka itu yang sudah kita usulkan untuk tahun 2021 1.000, tahun 2022 1.000, dan tahun 2023 1.007 orang, dan untuk CPNS minimal sama dengan jumlah PNS yang pensiun, untuk tahun 2022 yang pensiun ada 385 orang, demikian juga PPPK, sedangkan untuk PPP guru, berdasarkan data dapodik kita masih memerlukan 2000 an untuk tahun 2022 dan 2023,''jelasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved