BUKAN Korupsi Kasus Asmara Dominasi Pelanggaran PNS, Dinas Pendidikan & RSUD 21 Kasus Perselingkuhan

11 kasus perselingkuhan terjadi di Dinas Pendidikan, 10 kasus di Dinas Kesehatan, dan 10 kasus di RSUD Kanjuruhan.

Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Ilustrasi PNS. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tak hanya kasus korupsi yang bisa menjerat aparatur sipil negara.

Namun sejumlah pegawai negeri sipil terlibat beberapa pelanggaran sehingga mereka mereka diberikan sanksi.

Kasus pelanggaran yang mendominasi dilakukan oleh PNS adalah kasus asmara.

Temuan ini terjadi di Kabupaten Malang.

Inspektorat Kabupaten Malang soroti kasus pelanggaran PNS yang didominasi perselingkuhan.

Sinopsis Layangan Putus WeTV, Kisah Perselingkuhan Adaptasi Kisah Nyata Khusus 17+

Kepala Inspektorat Kabupaten Malang Tridiyah Maistuti menjelaskan, kasus perselingkuhan adalah yang paling mendominasi di antara kasus pelanggaran yang mereka amati.

Jumlah kasus perselingkuhan mencapai 68 kasus.

Terdapat tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yang paling mendominasi kasus perselingkuhan.

Di antaranya Dinas Pendidikan serta Dinas Kesehatan yang mencakup RSUD Kanjuruhan.

11 kasus perselingkuhan terjadi di Dinas Pendidikan, 10 kasus di Dinas Kesehatan, dan 10 kasus di RSUD Kanjuruhan.

Sementara sisanya tersebar di 19 OPD lain baik dinas, badan, maupun kecamatan.

"Pada saat permohonan izin (cerai itu akhirnya bisa terbukti bahwa sebab perceraian itu ternyata dia melakukan perselingkuhan atau juga pernikahan siri tanpa melalui proses izin"

GUBERNUR SUTARMIDJI Meradang Pegawai Terbukti Mark Up Anggaran Malah Minta Pindahkan ke Bapenda

"Akhirnya mengarah pada hukuman disiplin," ungkap Tridiyah ketika dikonfirmasi.

Menurut Tridiyah, ASN yang selingkuh akan menerima konsekuensi buruk terhadap karirnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved