Breaking News:

Hadiri Upacara HUT PGRI Ke-76 dan HGN di Sekadau, Prof Samion Sampaikan Sejumlah Aspirasi Guru

Ketua PGRI Kalimantan Barat, Prof Samion minta para pengurus PGRR keras mengawal perjuangan dan aspirasi guru, jadikan PGRI sebagai wadah dan rumah be

TRIBUNPONTIANAK/Kominfo Sekadau
Upacara HUT Ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2021 yang diselenggarakan di halaman kantor Bupati Sekadau, Senin 29 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Bupati Sekadau Aron, pimpin upacara HUT Ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2021. Upacara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PGRI Kalimantan Barat, Prof Samion diikuti oleh anggota PGRI Kabupaten Sekadau yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati Sekadau, Senin 29 November 2021.

Ketua PGRI Kalimantan Barat, Prof Samion minta para pengurus PGRR keras mengawal perjuangan dan aspirasi guru, jadikan PGRI sebagai wadah dan rumah besar yang nyaman bagi anggotanya.

Samion mengatakan, sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan, dan organisasi ketenagakerjaan yang bersifat independen, unitaristik, dan non-partisan.

PGRI sejatinya senantiasa terus dijaga, dan melekat dalam diri seluruh pengurus, pejuang, aktivis, dan para guru, serta tenaga kependidikan.

Ampi Kota Pontianak dan Rumah Diskusi Gelar Sejumlah Kegiatan Sosial di Desa Merapi Sekadau Hilir

Oleh karena itu, disampaikan Samion, PGRI berterima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang telah menghargai perjuangan para guru dan tenaga kependidikan melalui keputusan presiden nomor 78 tahun 1994, menetapkan hari lahir pgri tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional (HGN).

Selain itu, PGRI juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah yang telah memprioritaskan pemberian vaksin bagi para guru, tenaga kependidikan, peserta didik, Serta Pemerintah saat ini terus-menerus mengupdate data guru dan tenaga kependidikan.

Pemerintah juga gencar melakukan pemenuhan dan rekrutmen guru ASN secara kontinu tiap tahun (tanpa moratorium), prioritas rekrutmen tenaga kependidikan sesuai kebutuhan, pemberian afirmasi yang berkeadilan dalam perekrutan guru PPPK, program pelatihan kompetensi guru dan kepala sekolah yang berkelanjutan dan program lainnya yang dibutuhkan.

Pada kesempatan itu, Prof Samion menyampaikan harapan kepada pemerintah kabupaten untuk terus memperbaiki penyaluran tunjangan profesi guru (TPG) dan tunjangan khusus daerah 3T secara tepat waktu dan tepat jumlah.

Pemerintah kabupaten juga diminta untuk mengkaji ulang besaran tunjangan kepala sekolah sesuai dengan beban kerja dan kewajibannya, memberikan kesempatan bagi guru untuk mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan, dan pemberian tambahan penghasilan pegawai (TPP) khusus kepada para guru yang berkeadilan.

Pemerintah daerah juga diharapkan secara terus menerus mengkaji serta pemenuhan sarana prasarana, jaringan telekomunikasi dan informasi yang memadai agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

Di sisi lain, Samion menyampaikan PGRI berterima kasih kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, dan guru honorer yang selama ini tidak mengenal lelah mengisi kekosongan dan kekurangan guru di semua jenjang dengan mengajar sepenuh hati di kelas.

Tanpa dedikasi mereka, tidak dapat dibayangkan bagaimana berlangsungnya proses pembelajaran apabila gurunya tidak ada.

"Sangat pantas dan wajar pemerintah kabupaten harus memberikan perhatian khusus dan serius terhadap kesejahteraan guru non ASN minimal sesuai dengan upah minimal regional (UMR) dan termasuk juga peningkatan kualitas dan kompetensinya," tegas Samion.

Ia pun memastikan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang akan terus diperjuangkan PGRI. Maka dengan itu Samion berharap para guru dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, dan menjadi pribadi yang berkarakter mulia. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Sekadau]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved