Breaking News:

Cari Solusi Atasi Banjir Jangka Panjang, Ketua DPRD Sintang Dorong Pemda Buat Riset

Ronny tidak bisa memastika apakah penyebab banjir besar di Sintang akibat dari kerusakan hutan atau pun kerusakan DAS Kapuas. Sebab, pada tahun 1963 s

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny mendorong pemerintah daerah membuat penelitian untuk mengetahui penyebab banjir dan menemukan solusi jangka panjang kedepannya.

"Terkait dengan program jangka panjang, ini memang harus kita pikirkan bagaimana solusinya, untuk menghadapi cuara hujan tinggi pada tahun-tahyn yang akan datang, sehinga tidak terjadi banjir. Kita mendorong agar ada penelitian terhadap penyebab banjir yang terjadi di sintang. Ketika hasil penelitian ini akan menjadi panduan untuk kita menangani banjir akan datang," kata Ronny belum lama ini.

Ronny tidak bisa memastika apakah penyebab banjir besar di Sintang akibat dari kerusakan hutan atau pun kerusakan DAS Kapuas. Sebab, pada tahun 1963 silam, juga pernah terjadi banjir serupa yang bahkan disebut terbesar di Sintang.

"Saya juga tidak bisa memastikan banjir ini diakibatkan keruskaan hutan, karena memang tahun 1963 pun pernah banjir lebih besar dari hari ini. Kita juga tidak bisa memastikan ada pendangkalan dasar sungai Kapuas, diakibatkan oleh aktivitas PETI," katanya.

Kondisi Sintang Kembali Normal, Dandim Sintang Lepas Marinir dan Armed Kembali ke Satuan

Maka dari itu, Ronny mendorong agar dibuat penelitian yang komprehensif untuk mengetahui penyebab dan mencari solusi jangka panjang.

"Saya pikir tidak bisa menyimpulkan serta merta (penyebab banjir). Saya pikir harus kita dorong sebuah penelitian baru nanti ketika sudah ketemu hasilnya. Contoh kalau hasil penelitian (penyebab banjir) rusak karena hutan, maka kita perlu anggaran untuk rebabilitasi. Kalau misalnya pendangkalan, maka bisa kita pikirkan cari anggaran untuk normalisasi sungai. Maka perlu ada riset supaya anggaran itu tidak sia-sia. Kami siap mengambil keputusan berdasarkan hasil riset," jelas Ronny.

Soal rencana PUPR membangun geobag-geotube atau tanggul sementara di bantaran sungai, Ronny menilai mungkin bisa jadi alternatif. Namun, dia berpendapat, sebaiknya dilakukan riset terlebih dahulu.

"Kalau penahanan banjir di tepian sungai mungkin bisa jadi salah satu alternatif. Kalau saya berpendapat, saya pikir memang lebih baik diadakan riset terlebih dahulu, apa penyebab ini seingga anggaran tidak mubajir. Kalau memang dampak banjir dikarenakan oleh karena banyaknya hutan yang sudah gundul maka anggaran lebih tepat untuk rehabilitasi. Kalau misalnya berdasarkan riset karena dangkal, lebih baik kita normalisasi. Sehingga anggaran yang ada, itu tepat sasarna untuk menyelesaikan masalah. Inisiatif riset ini, kita dorong pemda. Dari kita DPRD Sintang mendorong agar pemda mengambil langkah ada penelitian, riset terhadap penyebab daripada bencana alam," saran Ronny. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved