Dunia Selebritis

Bens Leo Meninggal Dunia Karena Covid-19, Ini Profil Bens Leo

Bens sempat dikabarkan positif Covid-19 dan sempat dirawat intensif di rumah sakit. Bens mengalami sesak napas dan kesulitan tidur.

Tayang:
Editor: Mirna Tribun

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pengamat musik Benediktus Hadi Utomo atau lebih dikenal sebagai Bens Leo meninggal dunia, Senin 29 November 2021.

Kabar duka tersebut dibagikan oleh Adib Hidayat di akun media sosialnya, Twitter dan Instagram.

"Selamat jalan Mas Bens Leo. Kita telah kehilangan sosok wartawan dan pemerhati musik Indonesia tak tergantikan," tulis Adib di Twitter @AdibHidayat. 

Adib mendapatkan konfirmasi kabar tersebut dari istri Bens Leo.

"Konfirmasi dari istri beliau, Mbak Pauline yang mengirim kabar ke Teh @RiaHDradjat pukul 08.24 WIB pagi ini," tulis Adib.

Baru 172 Hari Menjadi Istri Ameer Azzikra, Nadzira Shafa Ungkap Saat Bersama Ameer Sebelum Meninggal

Bens Leo meninggal di usia 69 tahun di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Bens sempat dikabarkan positif Covid-19 dan sempat dirawat intensif di rumah sakit. Bens mengalami sesak napas dan kesulitan tidur.

Hal ini disampaikan oleh Nini Sunny, salah seorang rekannya.

"Saya mau update kondisi Mas Bens. Posisi Mas Bens di RS Fatmawati masih belum stabil saturasinya, masih di angka 95, masih sesak dan sulit tidur. Sementara suhunya sudah turun menjadi 37,” tulis Nini Sunny pada Selasa 23 November 2021.

Profil Bens Leo

Bens Leo, atau nama aslinya Benediktus Hadi Utomo lahir pada 8 Agustus 1952. 

Bens Leo adalah jurnalis yang terkenal dan diakui di bidang musik.

Ia juga pengamat musik dan entertainment Indonesia.

Ia termasuk anggota awal tim sosialisasi Anugerah Musik Indonesia (AMI).

Bens juga di kenal sebagai seorang pencari bakat dan produser musik, di mana ia berhasil berhasil memproduseri album perdana Kahitna ‘Cerita Cinta’ pada 1993.

Bens juga pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah remaja Anita Cemerlang yang berisi cerita pendek dan gaya hidup.

Bens Leo meninggal pada 29 November 2021, pukul 08.24 di Jakarta karena sakit.

Kariernya dimulai ketika gagal dalam seleksi pendidikan AKABRI, terlambat mendaftar masuk ke pendidikan penerbang di Curug, dan merasa berat untuk meminta uang kuliah dari Ibunya yang single parent.

Ia nekat mewawancarai anggota Koes Plus, Tonny Koeswoyo dengan peralatan seadanya.

Beruntung, Tonny dengan rendah hati mau melayani permintaannya.

Berita tersebut ia kirim ke Berita Yudha Sport & Film.

Hasilnya, sepekan setelah itu, tulisannya yang berjudul ‘Sejarah Koes Bersaudara’ dimuat sebagai headline di koran tersebut.

Ia kemudian direkrut untuk menulis di rubrik Seni Budaya.

Mengetahui hal ini, Tony Koeswoyo memberinya referensi untuk mewawancarai Panbers.

Wawancaranya dengan Panbers dikirimkan ke Aktuil.

Dari Aktuil, ia mendapat nama alias Bens Leo. Kariernya terus menanjak Rasela, Gipsy, Barong’s Band, juga liputan tentang Festival Lagu Pop Indonesia.

Bahkan pada tahun 1974, ia mulai ditunjuk sebagai anggota Dewan Juri Festival Lagu Pop Indonesia yang bermuara di World Popular Song Festival di Tokyo, Jepang.

Pada tahun 1976, diundang atas nama pribadi dan AKTUIL sebagai satu-satunya wartawan musik Indonesia yang meliput World Popular Song Festival Tokyo, Jepang 1976, mendampingi Guruh Soekarno Putra, Grace Simon dan Idris Sardi.

Tahun 2000, di ajak oleh Maxi Gunawan, seorang musisi dan pengusaha, untuk membangun kerajaan bisnis media cetak musik, yang kemudian diberi nama NewsMusik.

Namun, ia mengundurkan diri pada tahun 2003. (*)

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengamat Musik Bens Leo Meninggal Dunia"

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved