Breaking News:

Ayahnya Meninggal Terjebak Kebakaran, Bocah 6 Tahun Alami Luka Bakar Dirawat di Puskesmas Jelimpau

Meski kedua anak korban kebakaran selamat, Julida mengalami luka bakar pada pipi sebelah kanan, kedua tangan, dan kedua kaki. "Saat ini masih dirawat

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/Dok Polsek Tempunak
Musibah kebakaran menelan korban jiwa di Desa Pekulai Bersatu, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.Pendiamin, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan akibat terjebak dalam kobaran api saat berupaya menyelamatkan anaknya yang tertidur dalam rumah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Julida, bocah berusia 6 tahun selamat dari amukan api bersama Pasaldi Glen, kakaknya setelah berhasil keluar dari rumah yang terbakar lewat pintu belakang.

Namun naas, Pendiamin, ayahnya tak selamat. Pria berusia 43 tahun ini meregang nyawa terjebak kobaran api yang melahap rumahnya pada Minggu malam. Korban meninggal dunia hangus terbakar ditemukan di depan pintu kamar, usai berupaya menyelamatkan kedua anaknya.

Meski kedua anak korban kebakaran selamat, Julida mengalami luka bakar pada pipi sebelah kanan, kedua tangan, dan kedua kaki. "Saat ini masih dirawat di Puskesmas Jelimpau," kata Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak, melalui Kapolsek Tempunak, Iptu Supriyanto kepada Tribun Pontianak, Senin 29 November 2021.

Saat rumahnya terbakar, dua bersaudara ini berada di kamar. Sementara Pendiamin dan Emiliana pergi ke rumah tetangganya bernama Ujang, yang saat itu sakit. Jarak rumah Pendiamin dan Ujang, sekitar 50 meter.

Setelah meletakan lampu pelita di ruangan tengah, warga Desa Pekulai, RT 004 / RW 002, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, ini meninggalkan anaknya di rumah sekitar pukul 20.00 wib.

"Korban (Pendiamin) meletakkan lampu pelita di ruangan tengah rumah. Kemudian Korban bersama Emiliana, istrinya pergi ke rumah tetangganya yang berjarak sekitar 50 Meter dari rumah korban untuk menjengguk Ujang yang sedang sakit," ujar Kapolsek.

Satu Rumah di Desa Teluk Kapuas Terbakar, Korban Dengar Suara Letupan Sebelum Kebakaran

Sejam kemudian, pada Minggu 28 November 2021, sekitar pukul 21.00 malam terdengar teriakan warga rumah Pendiamin terbakar.

Pendiamin berlari. Sesampainya di depan rumah, api sudah membesar membakar seisi rumahnya.

Tanpa pikir panjang, Pendimin menerobos masuk ke dalam rumah yang terbakar melalui pintu depan untuk menyelamatkan kedua anaknya. Karena dia terpikir kedua anaknya berada di rumah saat ditinggal menjenguk Ujang.

"Korban masuk ke dalam rumah melalui pintu depan dengan tujuan ingin menyelamatkan ke 2 anak korban yang masih tertidur akan tetapi korban terperangkap api dan tidak bisa menyelamatkan diri. Sedangkan kedua anak korban selamat karena terlebih dahulu sudah keluar dari dalam rumah melalui pintu belakang rumah," ujar Supriyanto.

Kurang dari 15 menit, rumah kayu ukuran 6x8 meter ludes terbakar. Api berhasil dipadamkan oleh warga dengan alat seadanya. Warga menemukan Pendiamin telah meninggal dunia hangus terbakar di depan pintu kamar.

"Kerugian materil diperkirakan sekitar 30 Juta. Julida, anak korban mengalami luka bakar pada pipi sebelah kanan, kedua tangan, dan kedua kaki. Satu orang meninggal dunia," ungkap Kapolsek.

Setelah menerima informasi adanya kebakaran, dua anggota Polsek Tempunak mendatangi lokasi kejadian. Setibanya di TKP, korban sudah dibawa oleh perangkat desa dan warga berserta pihak keluarga ke Gereja Hati Kudus Yesus Bersatu. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved