Breaking News:

Alasan Sakit Hati, Pelaku Perampokan di Kubu Raya Nekat Rampok dan Aniaya Korban

"Saya sering dipanggil Babu, lalu kalau mereka sudah saya sering bantu, tapi kalau saya lagi susah saya tidak dibantu,"ujar pelaku berinisial PN

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Pelaku Perampokan sekaligus penganiayaan sadis kepada seorang gadis berusia 17 tahun di Kecematan Sungai Ambawang, kabupaten Kubu raya, Kalimantan Barat ketika dihadirkan pada konferensi pers di Polsek Sungai Ambawang, Senin 29 November 2021. Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Warga Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada Kamis 25 November 2021 dihebohkan dengan kasus perampokan sadis di sebuah kafe sekaligus pencucian mobil, yang terjadi di jalan Trans Kalimantan.

Korban yang seorang gadis 17 tahun berinisial IM mengalami cidera berat di kepala akibat diserang rekan kerjanya berinisial PN (19) menggunakan kunci Inggris, yang sudah berencana merampok barang berharga milik korban.

Dua hari setelah merampok korban, akhirnya pelaku PN berhasil ditangkap petugas kepolisian di tempat persembunyiannya di Kecamatan Entikong, kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat pada Sabtu 27 November 2021 pagi.

Pada konferensi pers di Polsek Sungai Ambawang yang dipimpin Kapolres Kubu Raya AKBP Jerrold H.Y. Kumontoy, pelaku mengaku bahwa melakukan perampokan sekaligus penganiayaan itu karena berawal sakit hati terhadap korban, karena pelaku mengaku sering dipanggil dengan kata "babu" oleh korban, bukan karena butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup ataupun untuk membeli narkoba.

Pelaku Perampokan Sadis Terhadap Perempuan Muda di Kubu Raya Tertangkap di Entikong

"Saya sering dipanggil Babu, lalu kalau mereka sudah saya sering bantu, tapi kalau saya lagi susah saya tidak dibantu," ujar pelaku berinisial PN mengaku.

Ia mengatakan bahwa rencana merampok sekaligus menganiaya korban ia rencana pada hari itu juga.

"Rencananya malam itu juga, tapi beberapa sebelumnya saya juga sempat sakit hati kepada korban,"katanya.

Pelaku pun mengakui juga bahwa ia menyukai korban, namun belum mengungkapkan hal itu kepada korban.

"Kalau mengungkapkan perasaan tidak pernah, tapi dia (korban) tau saya suka sama dia, karena saya sering cerita ke kakaknya (kakak korban)," katanya.

Selama dalam pelarian, dan bersinggah di tempat orang tuanya dan sanak keluarganya, ia mengatakan bahwa pihak keluarga tidak mengetahui bahwa dirinya sudah melakukan perampokan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved