Breaking News:

70 Persen Daerah Aliran Sungai Kapuas Alami Kerusakan, Sutarmidji: Hanya Presiden Bisa Hentikan PETI

PETI itu sudah pakai ekskavator, gimana tuh? Kalau presiden perintahkan, itu cepat, kalau gubernur perintah, banyak alasan

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / FILE
Razia PETI di Sintang 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Tingginya intensitas hujan berdampak langsung fenomena La Nina. Selain itu, alih fungsi hutan dan maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diduga memicu 70 persen kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas. Akibatnya, banjir melanda lima kabupaten di wilayah timur Kalbar, terparah Kabupaten Sintang.

Menurut Gubernur Kalbar, Sutarmidji hanya perintah Presiden Joko Widodo saja yang bisa menghentikan aktivitas PETI di daerah aliran sungai.

Hal itu disampaikannya saat berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Sekjen KLHK), Bambang Hendroyono di aula Sanctuary Enggang di Taman Wisata Alam (TWA) Hutan Baning Sintang, pada Kamis 25 November 2021.

"(Soal penanganan PETI-red) Saya tadi sampaikan ke beliau (Sekjen KLHK) yang bisa membuat perintah itu, hanya Presiden. Kalau Presiden mengeluarkan perintah hentikan, besok berhenti itu. Kalau saya, susah," katanya.

Menurut gubernur, aktivitas penambangan emas liar di perhuluan sungai sudah menggunakan alat berat. Menurutnya, jika Presiden Jokowi yang mengeluarkan perintah, maka persoalan PETI akan tuntas secepatnya.

139 Sekolah di Sintang Terendam, Buku Pelajaran jadi Bubur Kertas dan Sutarmidji Bantu Seragam Siswa

"PETI itu sudah pakai ekskavator, gimana tuh? Kalau presiden perintahkan, itu cepat, kalau gubernur perintah, banyak alasan," katanya.

Soal alih fungsi hutan untuk perkebunan, gubernur menyebut konsensi lahan sawit Kalbar seluas 2,7 juta hektare. Sementara yang sudah ditanam baru 1 juta hektare.

"Konsesi lahan sawit itu, ya katanya 2,7 juta hektare, yang ditanam baru 1 juta masih ada 1,7 juta hektare yang belum ditanam dan sudah lama. Inikan enggak ada hutannya lagi itu. Ini harus dievaluasi. Kalau perlu ini ditarik kembali oleh negara dikembalikan fungsinya," kata Sutarmidji.

Gubernur mengaku sangat mendukung rencana presiden untuk memperbaiki lingkungan dan catchment area dan pemulih DAS Kapuas yang 70 persen rusak.

"DAS kapuas itu 70 persen sudah rusak. Gimana memperbaikinya itu, (ya dengan) penanaman kembali, pembibitan. Oke saya siapkan area pembibitan, dan sekarang kita percepat penamamannya sebanyak mungkin. Kalau perlu itu kita pantau dengan aplikasi seperti di Pontianak. Ke depan negara harus jadi prioritas itu, dan saya akan terus mendukung apapun kegiatan pemulihan lingkungan," jelas Sutarmidji.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved