Breaking News:

Cara Mengurus Akta Perkawinan untuk Non Muslim ! Apa Saja Syarat Dokumennya ?

Akta nikah memiliki kekuatan hukum karena di dalamnya dilegalisasi oleh pejabat umum dan tercatat secara resmi di dokumen milik negara.

KOMPAS.COM
Ilustrasi akta perkawinan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Agar pernikahan diakui oleh negara dan sah secara hukum, pasangan suami istri harus melakukan pencatatan pernikahan.

Hal ini diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 42 Tahun 1946 tentang Pencatatan Pernikahan, Talak dan Rujuk.

Setelah resmi menikah secara agama, hendaknya semua pasangan suami istri segera mengurus akta perkawinan di catatan sipil.

Akta nikah memiliki kekuatan hukum karena di dalamnya dilegalisasi oleh pejabat umum dan tercatat secara resmi di dokumen milik negara.

Ketika pernikahan memiliki kekuatan hukum, maka hak-hak istri dan anak akan terlindungi oleh undang-undang.

(Update berita nasional, internasional dan regional menarik lainnya disini)

INTIP Momen Pernikahan Gracia Indri Bersama Kekasihnya Jeffrey Saat di Belanda

Cara dan Syarat mengurus akta perkawinan

Untuk bisa mendapatkan akta perkawinan, Anda harus menyiapkan beberapa dokumen syarat.

Berikut ini adalah syarat mengurus akta perkawinan untuk pernikahan non muslim, dilansir dari laman dukcapil.slemankab.go.id:

  • Surat keterangan sudah terjadi pernikahan resmi dari pendeta atau pemuka agama, atau surat perkawinan penghayat kepercayaan yang ditandatangani oleh pemuka penghayat kepercayaan.
  • Formulir pencatatan perkawinan.
  • Fotokopi akta kelahiran suami dan istri.
  • Fotokopi KK dan e-KTP suami dan istri.
  • Fotokopi e-KTP kedua orang tua dari suami dan istri.
  • Pas foto berdampingan suami istri ukuran 4x6 sebanyak empat lembar.
  • Fotokopi e-KTP dua orang saksi.
  • Fotokopi surat baptis untuk yang beragama Kristen dan Katolik.

Khusus untuk pernikahan dengan Warga Negara Asing (WNA), harap menambahkan fotokopi Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) pemegang Izin Tinggal Terbatas atau ITAS, fotokopi paspor suami dan istri, juga surat keterangan atau izin dari perwalian negara yang bersangkutan dengan suami atau istri.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved