Breaking News:

139 Sekolah di Sintang Terendam, Buku Pelajaran jadi Bubur Kertas dan Sutarmidji Bantu Seragam Siswa

Banjir kami alami banyak dokumen yang tidak terselamatkan, terutama buku pelajaran, buku paket, dokumen guru

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Rumah pasangan lansia di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, roboh setelah lebih dari sebulan terendam banjir. Rumah tersebut milik Kakek Bujang dan Ratna, warga RT 05/RW 02, Kelurahan Kapuas Kiri Hulu, Kecamatan Sintang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Banjir besar melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, lebih dari sebulan sudah mulai surut, sejumlah jalan pemukiman di bantaran Sungai Kapuas dan Melawi masih tergenang. Selain merendam permukiman dan pusat perdagangan, banjir juga merendam fasilitas pendidikan.

Data Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sintang per 21 November 2021, ada 139 sekolah terdampak banjir. Terbanyak bangunan sekolah SD, totalnya mencapai 84 unit. Sekolah Dasar Negeri 23 Menyumbung, Jalan Mensiku Jaya, satu dari puluhan fasilitas pendidikan yang cukup parah terdampak banjir di Sintang. Semua unit bangunan terendam banjir lebih dari sebulan.

Sejak Senin 22 November 2021 banjir di SDN 23 Menyumbung sudah surut. Lantainya juga sudah tak ada genangan air. Namun, halaman sekolah masih cukup dalam. Akibat terendam banjir, banyak meubeler khususnya meja dan kursi rusak, termasuk buku pelajaran, buku paket siswa dan dokumen guru.

"Banjir kami alami banyak dokumen yang tidak terselamatkan, terutama buku pelajaran, buku paket, dokumen guru," kata Kepala SDN 23 Menyumbung, Agustina, Rabu 24 November 2021.

Banjir kali ini tak terprediksi. Semula, pihak sekolah sudah mengantisipasi mengamankan buku pelajaran di kelas maupun di perpustakaan disimpan di atas lemari bagian atas. Tak disangka, banjir lebih besar dari yang diperkirakan.

"Pada saat itu banjirnya luar biasa, cepat naiknya kami tidak bisa menyelamatkan. Tapi ada yang terselamatkan seperti alat elektronik, alhamdulillah. Namun yang banyak rusak meubeler kursi meja guru, semuanya hampir 80 persen rusak, sehingga kami merasa cukup sedih melihat keadaan sekolah kami. Padahal kemarin (dinding) baru saja dicat, tapi akhirnya seperti ini," ungkap Agustina.

Seluruh kerusakan baik meubeler maupun buku sudah dilaporkan Agustina ke Kementerian Pendikan (Kemendikbud) dan Disdik Sintang. Dia berharap, pemerintah dapat memperhatikan dunia pendidikan pasca banjir.

Gubernur Kalbar Sutarmidji Akan Penuhi Kebutuhan Satgas Batingsor dan Warga Terdampak Banjir Sintang

"Musibah yang kami alami ini mudah-mudahan memberikan hikmah. Kami mohon pada pemerintah bisa membantu kami agar kami bisa berkativitas sebagai seperti sedia kala. Kerusakan selain meubeler, lantai sekolah, banyak yang rusak, dindingnya, alat elektornik aman. Buku siswa ada juga laporan orangtua siswa kena banjir," kata Agustina.

Kondisi yang sama juga terjadi di SMPN 4 Sintang. Buku dan meubeler sekolah rusak akibat banjir. "Meja, kursi, lemari, printer, sofa dan berkas-berkas hancur semuanya. Mungkin sekolah kami SMPN 4 Sintang yang terparah akibar dampak banjir. Buku juga banyak, terutama buku paket. Arsip-arsip kesiswaan punya saya pun hancur sudah tidak bisa diselamatkan akhirnya dibuang. Lemari dan meja pun hancur juga, jadi bubur karena basah gak bisa terpakai lagi," ungkap Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan SMPN 4 Sintang, Herry Fitrianto.

SMPN 4 Sintang ada 13 lokal. Semuanya terendam banjir setinggi dari lantai dasar sedada orang dewasa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved