Breaking News:

Tingkatkan Jumlah Desa Mandiri, Sutarmidji Minta Kades Perhatikan Indikator Perencanaan Pembangunan

Sutarmidji menegaskan indikator kemajuan desa sudah ditetapkan melalui klasifikasi desa mandiri, maju, berkembang maupun tertinggal.

Penulis: David Nurfianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Untuk meningkatkan Jumlah Desa Mandiri, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meminta kepala desa (Kades) untuk memperhatikan indikator dalam merencanakan pembangunan desa.

"Ada 54 Indikator desa yang menjadi indeks untuk menetapkan status desa," ujarnya. Rabu 24 November 2021

Sutarmidji menegaskan indikator kemajuan desa sudah ditetapkan melalui klasifikasi desa mandiri, maju, berkembang maupun tertinggal.

"Saat saya dilantik jadi gubernur, Kalbar baru memiliki satu desa mandiri dan saat itu masih banyak desa sangat tertinggal. Maka kita target 425 desa mandiri dalam lima tahun menjabat," ungkapnya.

Perkembangan Status Desa di Kabupaten Melawi, Dadi Sunarya : 2021 Tambah 15 Desa Mandiri

Saat ini, dikatakan Sutarmidji ada 385 desa mandiri dan tidak ada satupun desa di Kalbar yang sangat tertinggal. Bahkan ada dua kabupaten terbebas dari desa tertinggal yakni Sambas dan mempawah.

"Target kita tahun ini ada dua atau tiga kabupaten lagi yang bebas dari desa tertinggal,” imbuhnya.

Selain itu, Sutarmidji juga meminta Kades mengelola dana desa dengan melihat indikator, dimana ada 54 indikator dalam indeks membangun desa.

Menurutnya jika semua bekerja sesuai dengan indikator yang ditetapkan maka semua akan baik-baik, kemudian Desa harus membangun dengan data yang valid.

"Desa juga harus membangun dengan data yang valid. Tak bisa hanya suka suka, kerja harus sesuai dengan indikator. Kalau penilaian benar desa mandiri, tak perlu lagi ribut ini itu," tegasnya.

Sutarmidji juga meminta kepada Pemerintahan Desa untuk mengelola apa yang ada saat ini sesuai Tugas Pokok dan Fungsi.

"Bicara lingkungan sudah ada, ketertiban ada, ekonomi juga. Akses pendidikan, kesehatan, semua ada. Nah, itu yang kita kelola. Desa buat apa, kabupaten buat apa, provinsi buat apa,” tutup Sutarmidji. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Melawi]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved