Breaking News:

Pasca Banjir Besar Landa Sintang, Banyak Buku Pelajaran dan Meubeler Sekolah Rusak Jadi Bubur

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang per 21 November 2021, ada 139 sekolah terdampak banjir. Terbanyak bangunan sekolah SD, totalnya mencapai 84 un

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Anggota Polres Sintang, membantu membersihkan material bekas banjir di SDN 23 Menyumbung. Data Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang per 21 November 2021, ada 139 sekolah terdampak banjir. Terbanyak bangunan sekolah SD, totalnya mencapai 84 unit. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Banjir besar landa Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, lebih dari sebulan. Meski saat ini sudah surut siginikan, sejumlah jalan pemukiman di bantaran sungai kapuas dan melawi masih tergenang.

Selain merendam pemukiman dan pusat perdagangan, banjir juga merendam fasilitas pendidikan.

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang per 21 November 2021, ada 139 sekolah terdampak banjir. Terbanyak bangunan sekolah SD, totalnya mencapai 84 unit.

Sekolah Dasar Negeri 23 Menyumbung, Jalan Mensiku Jata, satu dari puluhan fasilitas pendidikan yang cukup parah terdampak banjir. Semua unit bangunan terendam banjir lebih dari sebulan.

Geobag Cegah Banjir di Sintang Dibangun 4 KM, Sekda: Ini Tahap Pertama

Sejak Senin, kemarin banjir di SDN 23 Menyumbung sudah surut. Lantainya juga sudah tak ada genangan air. Namun, halaman sekolah masih cukup dalam.

Akibat terendam banjir, banyak meubeler khususnya meja dan kursi rusak, termasuk buku pelajaran, buku paket siswa dan dokumen guru.

"Banjir kami alami banyak dokumen yang tidak terselamatkan, terutama buku pelajaran, buku paket, dokumen guru," kata Agustina, Kepala Sekolah SDN 23 Menyumbung, Rabu 24 November 2021.

Banjir kali ini tak terprediksi. Semula, pihak sekolah sudah mengantisipasi mengamankan buku pelajaran di kelas maupun di perpustakaan disimpan di atas lemari bagian atas. Tak disangka, banjir lebih besar dari yang diperkirakan.

"Pada saat itu banjirnya luar biasa, cepat naiknya kami tidak bisa menyelamatkan. Tapi ada yang terselamatkan seperti alat elektronik, alhamdulillah, namun yg banyak rusak meubeler kursi meja guru, semuanya hampir 80 persen rusak, sehingga kami merasa cukup sedih melihat keadaan sekolah kami. Padahal kemarin (dinding) baru saja di cat, tapi akhirnya seperti ini," ungkap Agustina.

Seluruh kerusakan baik meubeler maupun buku sudah dilaporkan Agustina ke Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang. Dia berharap, pemerintah dapat memperhatikan dunia pendidikan pasca banjir.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved