Breaking News:

Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 24 November Santo Andreas Dung-Lac, Santa Flora, Santa Maria dan Santo Jaccard

Mereka mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh. Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantar mereka menjadi kudus.

katakombe.org
Santo Andreas Dung-Lac. 

2. Santa Flora dari Cordoba

Santa Flora dari Cordoba hidup pada masa dimana Spanyol masih dijajah oleh bangsa Moor.

Ibunya adalah seorang Kristen dari desa Ausianos (sebelah barat kota Cordoba), dan ayahnya adalah seorang Muslim Moor dari Sevilla.

Ayahnya meninggal saat Flora masih kecil, dan ibunya membesarkan Flora secara Kristen.

Hukum pada waktu itu, mengharuskan semua anak dari perkawinan campuran Islam-Kristen untuk dibesarkan secara Islam.

Semuanya saudara-saudarinya adalah muslim, sedangkan Flora dan ibunya mempertahankan iman Kristen mereka secara sembunyi-sembunyi.

Setelah remaja, Flora mengucapkan kaul kesucian, dan secara sembunyi-sembunyi melayani para tahanan Kristen yang saat itu dianiaya oleh Sultan Abdurrahman II.

Ketika seorang sudaranya mengatur pernikahannya dengan seorang pria Muslim, Flora dengan tegas menolak perjodohan yang tidak diinginkannya itu.

Saudaranya tetap berkeras; hingga Flora memutuskan untuk melarikan diri dari rumah.

Sahabatnya Maria, yang adalah seorang wanita Kristen yang saleh, menemani Flora dalam pelariannya.

Mereka bersembunyi sebentar dirumah seorang adik perempuan Flora yang muslim.

Namun karena takut dituduh menyembunyikan orang Kristen, adiknya itu mengusir mereka keluar.

Seorang kakak laki-laki Flora lalu mengkhianatinya dan menyerahkannya kepada penguasa muslim yang kemudian memenjarakan mereka.

Dalam penjara, Flora dan Maria harus menerima hukuman cambuk setiap hari.

Santo Eulogius, yang saat itu juga menjadi tawanan, mengirimkan pesan peneguhan kepada kedua tawanan Kristen ini :

“Jangan takut! Walaupun diancam akan dibuang ke tempat pelacuran, tiada noda akan mencemarkan jiwa kalian, meskipun badan dinodai dengan paksa.”

Tak lama kemudian, Flora dan Maria menerima mahkota kemartiran dengan dihukum pancung. Pesta kedua Martir wanita ini dirayakan pada setiap tanggal 24 November.

Arti Nama

Diturunkan dari bahasa Latin “Flos” yang berarti “Bunga”.

3. Santo Fransiskus Jaccard

Santo Fransiskus Jaccard, MEP lahir di Onnion, Perancis pada tahun 1799.

Pendidikan imamatnya dimulai di Seminari Menengah di Melan, lalu dilanjutkan di Seminari Tinggi di Chambery pada 1819.

Setelah ditahbiskan menjadi imam, ia bergabung dengan Société des Missions étrangères de Paris atau Society of Foreign Missions of Paris, sebuah Lembaga Missionaris yang berpusat di Paris Perancis.

Pada tahun 1824 Fransiskus Jaccard ditugaskan menjadi missionaris di Cochin-China.

Ia berangkat pada awal tahun dan tiba di Makao ditahun berikutnya.

Dari Makao ia berangkat ke Tonkin Vietnam dan berkarya membawa banyak warga pribumi ke dalam iman Kristiani.

Setelah beberapa tahun berkarya di Vietnam, Fransiskus Jaccard dipanggil ke istana raja di Min-Menh untuk menerjemahkan manuskrip karya seorang filsuf Perancis.

Kemahiran Fransiskus Jaccard berbahasa Vietnam membuat raja memerintahkannya untuk tinggal di lingkungan istana dan membantu menterjemahkan buku-buku berbahasa Perancis ke dalam bahasa Vietnam.

Ia tinggal beberapa waktu di lingkungan istana, bekerja pada kerajaan sambil berkarya menyebarkan iman kristiani dalam lingkungan istana.

Ketika ia sukses membabtis beberapa orang pejabat kerajaan, Fransiskus ditangkap dan dibawa ke pengadilan dengan tuduhan memproklamirkan agama Kristen dan memimpin sekelompok orang Kristen pribumi Vietnam untuk merebut hak milik saudara-saudara mereka.

Pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepadanya namun ia diampuni karena Kerajaan membutuhkan keahliannya sebagai penerjemah.

Ia lalu dilepaskan dengan peringatan keras untuk tidak lagi berkarya menyebarkan agama Kristen.

Pada tahun 1838 pater Fransiskus Jaccard kembali ditangkap saat hendak membabtis seorang katekumen.

Ia disiksa dan dicekik sampai mati pada tanggal 21 September 1838.

Arti Nama

Fransiskus berasal dari nama Latin Franciscus yang berarti "Orang Perancis".

Nama ini diturunkan dari kata "Francus" (yang berarti : "Seorang Franc", atau "Seorang bebas"). Akar kata ini berasal dari kata Perancis kuno "Franc" yang berarti "Bebas".

4. Santo Jean-Théophane Vénard, MEP

Imam Perancis yang kudus ini telah berangan-angan untuk menjadi seorang martir semenjak ia masih kecil.

Ia bersekolah untuk menjadi seorang imam. Kemudian ia masuk seminari untuk para misionaris di Paris, Perancis.

Keluarganya, yang sangat ia kasihi, teramat sedih memikirkan bahwa kelak, setelah menjadi imam, ia akan meninggalkan mereka.

Pada masa itu perjalanan tidaklah semudah seperti sekarang ini.

Theophane sadar bahwa perjalanannya menyeberangi samudera luas ke Timur hampir dapat dipastikan akan memisahkannya dari keluarganya sepanjang hidupnya.

“Saudariku tersayang,” demikian tulisnya dalam salah satu suratnya, “betapa aku menangis ketika membaca suratmu.

Ya, aku sadar sepenuhnya akan penderitaan besar yang aku timbulkan bagi keluarga kita.

Aku pikir, terlebih-lebih lagi betapa dahsyat penderitaan itu bagimu, adikku terkasih.

Tetapi, tidakkah kamu berpikir bahwa aku mencucurkan banyak air mata juga?

Dengan mengambil keputusan demikian, aku sadar bahwa aku akan menyebabkan penderitaan teramat besar bagi kalian semua.

Siapakah yang mencintai keluarganya lebih daripada aku? Seluruh kebahagiaanku di dunia ini berasal dari sana.

Tetapi Tuhan, yang telah mempersatukan kita semua dalam ikatan cinta kasih mesra, ingin menarikku dari sana.”

Setelah ditahbiskan menjadi imam, Theophane berangkat ke Hongkong.

Ia mulai berlayar pada bulan September 1852.

Ia belajar beberapa bahasa asing selama lebih dari setahun di sana. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya ke Tonkin (Vietnam).

Pada masa itu di Vietnam umat Kristen sedang dianiaya atas perintah penguasa Minh-Menh yang sangat anti-Kristen.

Penganiayaan hebat ini telah memaksa para imam dan uskup untuk bersembunyi di hutan-hutan dan gua-gua.

Pastor Venard, yang kesehatannya tidak pernah baik, sangat menderita oleh keadaan ini namun ia dengan gigih tetap melayani umatnya secara sembunyi-sembunyi pada malam hari.

Suatu ketika ia bisa menemukan sebuah lokasi yang aman, dan ia lalu bertahan dilokasi tersebut sambil tetap melayani umat di Tonkin selama hampir empat tahun.

Sayangnya Pastor Vernard kemudian dikhianati oleh seorang umatnya.

Ia ditangkap pada tanggal 30 November 1860.

Dia diadili karena kejahatan menjadi seorang Kristen, dan diberi banyak kesempatan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan menyangkal imannya akan Kristus.

Dengan tegas ia menolak. Ia lalu dirantai dan dimasukkan dalam kurungan selama dua bulan.

Sikapnya yang lemah lembut meluluhkan hati semua orang, bahkan para sipir penjara. Ia berhasil menulis sepucuk surat kepada keluarganya di mana ia menulis.

“Semua orang di sekitarku adalah orang yang beradab serta sopan. Banyak dari antara mereka yang mengasihiku. Dari pejabat tinggi hingga prajurit yang terendah sekali pun, semua menyesalkan bahwa hukum negara menjatuhkan hukuman mati. Aku tidaklah mereka siksa seperti saudara-saudaraku yang lain.”

Namun demikian, simpati mereka tidaklah dapat menyelamatkan nyawanya. St. Theophane wafat sebagai martir dengan cara dipenggal kepalanya pada tanggal 2 Februari 1861.

Saat hukuman mati telah dilaksanakan dan para algojo telah pergi, kerumunan umat berebut mencelupkan saputangan mereka pada darahnya (sebagai relikwi).

Pastor Venard dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 19 Juni 1988.

Ia adalah salah seorang dari Para Martir Vietnam yang pestanya dirayakan pada tanggal 24 November.

Arti Nama

Theophane berarti : "Kehadiran Tuhan".

Berasal dari kata Yunani θεος (theos) "Tuhan" dan φανης (phanes) "tampak/muncul/hadir".

Liturgi Misa Katolik Rabu 24 November 2021 Lengkap Bacaan Injil Doa Umat dan Doa Komuni

5. Santa Maria dari Cordoba

Santa Maria dari Cordoba hidup di Spanyol saat kerajaan di semenanjung Iberia itu berada dibawah penjajahan bangsa Moor.

Ia dilahirkan dalam perkawinan campuran Kristen-Islam.

Ayahnya adalah tuan tanah Kristen, dan ibunya, seorang wanita Muslim Moor yang telah dibabtis menjadi Kristen.

Saat Sultan Abderahman II mulai menganiaya orang Kristen, keluarga mereka terpaksa melarikan diri, meninggalkan rumah dan tinggal bersembunyi di sebuah desa dekat Cordoba.

Ibunya yang tidak tahan menderita dalam pelarian memilih untuk murtad dan meninggalkan mereka.

Seorang Saudara Maria, bernama Walabonsus, masuk seminari lokal Santo Felix, lalu melanjutkan pendidikannya di seminari Cuteclara.

Setelah ditahbiskan menjadi imam, Walabonsus sempat kembali ke rumah dan bertemu keluarganya dalam sukacita Kristus.

Namun, beberapa waktu kemudian, Walabonsus tewas sebagai martir Kristus karena menolak mempraktikkan Islam dan secara terbuka menyatakan dirinya sebagai seorang imam Kristen.

Maria sangat tersentuh oleh keberanian dan kemartiran kakaknya.

Ia memutuskan untuk mengikuti jejak kakaknya dan menjalani hidup religius.

Setiap hari Maria akan selalu ke Gereja untuk berdoa memohon kekuatan.

Di gereja inilah ia bertemu dan bersahabat dengan Santa Flora.

Saat Flora harus melarikan diri karena menolak untuk menikah dengan seorang pria muslim, Maria dengan sepenuh hati menemaninya.

Namun pelarian mereka tidak berlangsung lama.

Seorang saudara laki-laki Flora mengkhianati dan menyerahkan mereka kepada penguasa muslim.

Kedua wanita pemberani ini lalu dipenjara, dihukum cambuk setiap hari, sebelum akhirnya di penggal.

Kemartiran mereka terjadi pada tahun 851 atau 856.

Arti Nama

Maria = Versi Latin untuk nama Yunani Μαριαμ (Mariam) dan Μαρια (Maria). Ejaan Yunani ini adalah terjemahan yang digunakan dalam Kitab Perjanjian Baru untuk nama Ibrani : מִרְיָם (Miryam).

Dalam Kitab Suci, nama ini pertama kali di temukan pada kitab Keluaran 15:20 (nama saudari Musa dan Harun).

Arti nama "Maria" tidak diketahui secara pasti.

Ada beberapa teori yang menyebutkan nama ini berarti : "Pahit, Pedih, Lautan kepedihan, Lautan Kesedihan", dan "pemberontakan".

Teori lain menyebutkan nama ini berasal dari kata Mesir Kuno : "mr" (cinta) atau: "mry" (kekasih, yang dicintai).

6. Santo Simon Phan Ðac Hòa

Santo Simon Phan Ðac Hòa atau yang lebih dikenal sebagai Santo Simon Hoa atau Santo Hoa adalah salah satu dari Para Martir Vietnam yang dikanonisasi oleh Santo Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 19 Juni 1988.

Ia adalah seorang dokter dan juga walikota yang bekerja bersama para misionaris di vikariat apostolik Cochinchina (Sekarang Vietnam).

Martir Kristus ini lahir pada tahun 1787 di Mai Vinh, Thua Thiên, Vietnam dan tewas sebagai Martir Kristus dengan leher terpenggal pada tanggal 12 Desember 1840 di An Hòa, Quang Nam, Vietnam.

Arti Nama

Nama Simon berasal dari nama Ibrani ש ִמְעוֹן (Shim'on) yang berarti "Ia telah mendengar".

Sumber: katakombe.org

(Update informasi seputar katolik klik di sini)

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved