Breaking News:

Minta Disdik Sintang Beri Kelonggaran Siswa Korban Banjir, Midji : Jangan Paksa Pakai Seragam Dulu

Sutarmidji juga meminta agar gedung sekolah yang terdampak banjir dan kerusakan asetnya didata dengan rapi.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji berbincang dengan murid Kelas X SMKN 1 Sintang. Sutarmidji meminta agar Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, memberikan kelonggaran pada siswa terdampak banjir agar diperbolehkan sementara waktu menggunakan pakaian biasa saat masuk sekolah pasca banjir. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta agar Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, memberikan kelonggaran pada siswa terdampak banjir agar diperbolehkan sementara waktu menggunakan pakaian biasa saat masuk sekolah pasca banjir.

“Murid yang menjadi korban banjir, jangan dipaksa harus pakai seragam dulu. Berikan kelonggaran, suruh pakaian biasa saja. Sekolah harus tahu itu," pesan Sutarmidji saat memberikan arahan pada Satgas Penanganan Batingsor di Pendopo bupati Sintang, Selasa kemarin.

Sutarmidji juga meminta agar gedung sekolah yang terdampak banjir dan kerusakan asetnya didata dengan rapi.

Pasca Banjir Besar Landa Sintang, Banyak Buku Pelajaran dan Meubeler Sekolah Rusak Jadi Bubur

"Saya akan bantu seragam sekolah untuk korban banjir. Data gedung sekolah yang terendam banjir mulai PAUD, SD, SMP dan SMA harus disiapkan. Bantuan korban banjir harus lengkap dan rapi administrasi. Catat semuanya,” jelas Sutarmidji.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar mengatakan selama banjir melanda, proses belajar mengajar tatap muka diliburkan.

"Dampak dari banjir sangat besar sekali Kami juga mendata sekolah yang tergenang banjir," ujar Lindra.

Lebih dari 130 unit gedung sekolah yang terendam banjir di 12 kecamatan. Terbanyak bangunan SD mencapai 91 unit.

"Total dari 14 kecamatan, ada 12 kecamatan yang satuan pendidkan tergenag banjir. Yaitu 130 untuk tingkat paud dan SD, SMP. Untuk SMA dan SMK, ada 16 sekolah. Menyikapi pasca banjir kami sudah rapat karena sekolah terdampak dipastikan banyak yang rusak, baik lantai, dinding, termasuk pintu. Kemudian aset sekolah, sudah dipastikan, seperti buku di perputakaan, meubeler juga akan kami data," ujar Lindra. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved