Breaking News:

Jelang Akhir Tahun, PJ Sekda Kalbar Imbau Pelaku Usaha Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

Para pelaku usaha diharapkan dapat membantu pemerintah dalam penyelenggaraan pasar murah, baik di pusat, melalui mekanisme CSR, dan lainnya, sesuai ar

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/File Humas Pemprov.
Pj Sekda Prov Kalbar Samuel S.E., M.S.i saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Selasa 23 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menjelang Peringatan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Samuel S.E., M.S.i., mengingatkan seluruh pelaku usaha sembako untuk menjaga harga pada tingkat wajar sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Tidak melakukan penimbunan barang dalam rangka spekulasi menjelang dan pada saat periode Nataru 2021-2022. Serta melakukan antisipasi penyediaan pasokan menjelang Nataru, baik dari sisi jumlah maupun ketepatan waktu pendistribusian barang ke gudang dan pasar,” ungkap Pj Sekda Prov Kalbar saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Selasa 23 November 2021.

Para pelaku usaha diharapkan dapat membantu pemerintah dalam penyelenggaraan pasar murah, baik di pusat, melalui mekanisme CSR, dan lainnya, sesuai arahan Menteri Perdagangan RI dalam Rakornas beberapa waktu lalu.

Mahasiswa KKM IKIP PGRI Pontianak Eksplorasi Wisata Alam di Galing

“Sejalan dengan hasil Rakornas, Pemprov Kalbar melalui Dinas Perindag ESDM Prov Kalbar telah mengambil upaya-upaya terhadap kestabilan harga dan ketersediaan stok bahan pokok berkolaborasi dengan stakeholder terkait,” ujar Samuel, S.E, M.Si.

Berdasarkan hasil rapat dengan instansi terkait beberapa waktu lalu, ketersediaan bahan pokok Kalbar dikategorikan aman dan cukup untuk beberapa waktu ke depan.

“Untuk bahan pokok sementara aman dan cukup untuk ketahanan stok selama 1-5 bulan ke depan,” tegas Pj Sekda Prov Kalbar.

Meskipun demikian, perlu ada antisipasi kondisi cuaca yang bisa menghambat pendistribusian bahan pokok ke 14 kabupaten/kota di Kalbar, terutama daerah-daerah yang rawan bencana banjir.

“Komoditi yang perlu menjadi perhatian dalam Nataru 2021-2022, antara lain minyak goreng yang mengalami kenaikan karena meningkatnya harga CPO dunia. Untuk saat ini, harga minyak goreng kemasan sederhana berkisar Rp 18.000/liter, sedangkan harga komoditi daging dan telur ayam ras bersifat fluktuatif. Jadi, kita bersama-sama harus menjaga harga bahan pokok jelang Nataru 2021-2022,” tutupnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved