Breaking News:

Gubernur Kalbar Resmikan Capem Bank Kalbar Kotabaru, Rokidi: Bangkitkan Perekenomian Lingkungan

“Kami berharap, bukan hanya konsentrasi ekonomi di daerah awal atau di Kota Baru, tapi akan berdampak ke daerah sekitarnya itu tujuan kami,” Ujarnya b

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/HUMAS PEMKAB MELAWI
Gubernur Kalimantan Barat meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) Kota Baru di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat pada Senin 22 November 2021 kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meresmikan kantor Cabang Pembantu (Capem) Bank Kalbar Kotabaru pada Senin 22 November 2021. Keberadaan kantor cabang tersebut diharapkan mampu membangkitkan perekenomian lingkungan sekitar.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi mengatakan berdirinya lembaga keuangan pada suatu tempat akan berdampak pada pengembangan bisnis wilayah tersebut.

Menurutnya, pendirian kantor cabang pembantu di Kotabaru diharapkan mampu berdampak positif. Terutama pada pengembangan wilayah sekitar dan perekonomian di sekitar kantor cabang pembantu Bank Kalbar tersebut.

“Kami berharap, bukan hanya konsentrasi ekonomi di daerah awal atau di Kota Baru, tapi akan berdampak ke daerah sekitarnya itu tujuan kami,” Ujarnya berdasarkan Rilis yang diterima Tribun, Rabu 24 November 2021.

Rokidi menambahkan keberadaan gedung kantor cabang pembantu tersebut juga diharapkan bisa memberikan yang lebih representatif.

Gubernur Kalbar Sutarmidji Resmikan KCP Bank Kalbar Kota Baru Kabupaten Melawi

Dengan gedung yang dimiliki sendiri, dikatakan Rokidi tidak ada alasan Bank Kalbar untuk tidak melayani masyarakat dengan maksimal.

Dirinya menyebutkan kantor cabang pembantu Bank Kalbar Kota Baru juga selama ini menghasilkan laba yang luar biasa.

"Hingga Oktober lalu tercatat laba cabang pembantu Bank Kalbar Kota Baru sebesar 10,6 miliar rupiah. Sehingga hal tersebut akan berkontribusi yang besar bagi perekonomian daerah," jelasnya

Hasil laba, diungkapkan Rokidi akan dikembalikan kepada pemerintah daerah dalam bentuk deviden.

"Efek dari sini, tentunya laba yang dikumpulkan akan dikembalikan lagi pada pemda dalam bentuk deviden,” imbuhnya.

Lanjutnya, jika sudah menjadi deviden untuk pemda artinya menjadi pendapatan asli daerah bagi pemda pula.

Hingga Oktober lalu, dijelaskan Rokidi aset Bank Kalbar sudah mencapai Rp138 miliar ditambah nilai kredit sudah sekitar Rp133 miliar.

“Kami bukan semata-mata berbisnis. tapi kami juga lebih kepada bagaimana kontribusi bagi daerah dan masyarakat,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved