Breaking News:

Geobag Cegah Banjir di Sintang Dibangun 4 KM, Sekda: Ini Tahap Pertama

"Geobag sudah datang, tim PUPR sudah survey. Minggu ini sosialisasi bersama dan akan dipasang pada saat banjir surut. Sekitar 4 kilometer panjangnya.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Kantong geotextile sudah tiba di Sintang diangkut menggunakan truk tronton. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengungkapkan Kementrian PUPR akan memasang Geobag sepanjang 4 kilometer di bantaran sungai melawi untuk mencegah banjir. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengungkapkan Kementrian PUPR akan memasang Geobag sepanjang 4 kilometer di bantaran sungai melawi untuk mencegah banjir. Saat ini, kantong geotextile sudah tiba di Sintang.

"Mentri PUPR akan memberikan bantuan Geobag untuk menahan banjir dengan panjang 4 KM tahap pertama," kata Yosepha, Rabu 24 November 2021.

Selain membangun Geobag, Mentri PUPR juga akan membangun bendungan, waduk, perbaikan jalan lintas melawi.

"Geobag sudah datang, tim PUPR sudah survey. Minggu ini sosialisasi bersama dan akan dipasang pada saat banjir surut. Sekitar 4 kilometer panjangnya. Lebih kepada aliran sungai melawi. Ini tahap pertama," kata Yosepha.

Sebagaimana diketahui, untuk penanganan jangka pendek, Kementerian PUPR akan melakukan pengukuran dan memasang geobag di area terdampak besar.

Gubernur Kalbar Sutarmidji Akan Penuhi Kebutuhan Satgas Batingsor dan Warga Terdampak Banjir Sintang

Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, Kementerian PUPR akan menyusun masterplan penanganan banjir wilayah Sungai Kapuas dan Melawi, termasuk mengeruk dan merehabilitasi danau-danau (retarding basin).

Hal itu disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai meninjau bencana banjir di Sintang dan Melawi, Kalimantan Barat. Peninjauan ini dilakukan atas perintah Presiden Jokowi untuk mengambil langkah-langkah penanganan jangka pendek dan panjang.

Dikatakan Menteri Basuki, banjir yang terjadi di Kabupaten Sintang terjadi karena curah hujan tinggi serta daerah tangkapan air (catchment area) di hulu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang sudah banyak berkurang, sehingga sungai meluap terutama pada titik pertemuan sungai yang padat penduduk.

Menteri PUPR juga meminta agar pada tahun 2022 dilakukan survei, investigasi dan desain (SID) untuk pembangunan bendungan di hulu Sungai Pinoh sebagai anak Sungai Melawi.

Lebih Penting Keruk Sungai Kapuas

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved