Breaking News:

KSBSI Kalbar Nilai Kenaikan Harga Minyak Goreng Meresahkan Buruh

“Belum apa apa, baru saja penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan kabupaten yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2022 bahan baku sudah naik,” ujarn

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Suherman
Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBI) Kalimantan Barat Suherman. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBI) Kalimantan Barat Suherman, SE menanggapi harga kebutuhan pokok yang naik, seperti minyak goreng.

“Belum apa apa, baru saja penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan kabupaten yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2022 bahan baku sudah naik,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Selasa 23 November 2021.

Suherman mengatakan baru saja penetapan UMP, bahan pokok sudah naik, minyak goreng satu diantaranya.

Dia menyebutkan UMP dii Kalbar naik 1,44 persen dan rata rata di seluruh Indonesia 1,09 persen kenaikannya.

Hanya saja menurutnya, kenaikan UMP dinilai kecil tersebut tidak alan dirasakan oleh pekerja buruh.

“Kenaikan tersebut tidak akan dirasakan oleh pekerja buruh,” jelasnya.

31 Provinsi Sudah Umumkan UMP 2022 ! Cek Daftar Sementara Daerah dengan UMP Tertinggi di 2022

Dia mengungkapkan, bahkan saat belum ditetapkan UMP itu harga minyak goreng sudah merangkak naik.

“Baru proses rapat pengupahan saja, di kabupaten dan kota belum kelar tetapi saat ini harga minyak goreng sudah naik,” tuturnya.

Dia mengatakan pihak pihak terkait harus diselidiki oleh tim inflasi daerah.

“Harus turun mengawasi jangan sampai harga harga bahan pokok, sembako harganya naik,” ujarnya.

Dia menambahkan kenaikan harga bahan pokok tersebut meresahkan masyarakat apalagi bagi buruh yang berpendapatan kecil. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved