Evaluasi Banjir, Sutarmidji Harap Pemerintah Daerah Buat Aplikasi dan Data Base Terkait Debit Air
"Mari kita bersinergi membangun Kalimantan Barat, khususnya Melawi dengan membuat perubahan kearah yang positif," ajak Gubernur.
Penulis: David Nurfianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, H. Sutarmidji menyebutkan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi dapat mejadi pelajaran dan evaluasi kedepan.
Kedepan, Sutarmidji berharap Pemerintah Daerah agar bisa membuat aplikasi dan data base terkait kenaikan debit air.
"Data base menjadi salah satu acuan untuk mengetahui wilayah yang terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai titik tertentu, dan jika wilayah tersebut secara menerus terdampak banjir maka pemerintah daerah dapat menyarankan relokasi pemukiman ke daerah yang lebih tinggi," jelas Sutarmidji. Selasa 23 November 2021
Selain itu, Sutarmidju juga mengatakan bahwa banjir yang selama ini terjadi di beberapa daerah juga disebabkan karena rusaknya daerah aliran sungai yang mencapai 70% dan terjadinya pendangkalan muara.
• Apresiasi Kunjungan Gubernur, Bupati Melawi Minta Arahan Penanganan dan Mitigasi Bencana Banjir
"Jika pendangkalan aliran air tidak diatasi dengan baik maka banjir seperti ini akan mungkin terjadi kembali, untuk mengatasi rusakanya daerah aliran sungai perlu dilakukan penanam tanaman yang mencegah abarasi," ungkapnya
Kemudian, Sutarmidji juga mengingatkan kepada instansi terkait untuk terus mengawasi dan memastikan bantuan sosial dapat tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Pemerintah Daerah melalui instansi terkait seperti Dinas Sosial harus benar-benar mengawasi dan memastikan bantuan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Bantuan harus tepat sasaran, dan jangan sampai ada ASN yang menerima bansos, jika ASN yang menerima bansos bisa dikenakan sanksi”, tegasnya.
Tak hanya itu, Sutarmidji juga mengingatkan kepada Bupati, Wakil Bupati dan DPRD beserta jajarannya untuk dapat mengupayakan APBD berjalan tepat waktu. Serta memprioritaskan anggaran belanja pada bidang yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, seperti bidang kesehatan, pendidikan dan pemulihan ekonomi.
“Saya berharap dalam merancang program-program yang akan dilaksanakan dapat didukung oleh indikator yang berbasis data dan Bupati sebagai kepala daerah harus mengontrol secara langsung jalannya program," harapnya.
Menurutnya, transparansi sangat penting dan sudah menjadi keharusan dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Mari kita bersinergi membangun Kalimantan Barat, khususnya Melawi dengan membuat perubahan kearah yang positif," ajak Gubernur.
Gubernur juga menyampaikan dengan masih adanya covid-19 yang dihadapi oleh semua lapisan masyarakat. Ia menekankan kepada para Camat dan Kepala Desa untuk selalu memantau warganya terutama yang kembali dari luar negeri dan luar daerah untuk disarankan melakukan swab PCR.
"Guna mencegah masuknya varian baru covid-19 ke wilayah Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Melawi," pungkasnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Melawi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/melawi-1123-dok.jpg)