Danrem 121/Abw Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir di Sekadau

Brigjen TNI Ronny, mengatakan bantuan itu merupakan gerakan paska banjir dalam rangka memberi bantuan sosial bagi masyarakat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina Sindika Wulandari
Penyerahan Bantuan Beras dari Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Ronny kepada warga desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Selasa 23 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Ronny, S.A.P., salurkan bantuan beras kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Sekadau, Kalbar, Selasa 23 November 2021.

Bantuan itu diterima langsung oleh Wakil Bupati Sekadau, Subandrio di lokasi pengungsian di desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.

Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Ronny, mengatakan bantuan itu merupakan gerakan paska banjir dalam rangka memberi bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Sekadau. "Sekarang memang air mulai surut, tetapi paska banjir masyarakat masih merasakan penderitaan, oleh karena itu TNI selalu hadir di tengah masyarakat, membantu kesulitan yang bisa dibantu dan memberikan solusinya," ujarnya.

Bantuan itu diharapkan dapat mengurangi penderitaan yang dialami warga terdampak banjir. Selain itu diharapkan pula agar banjir seperti ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Pemerintah juga diharapkan bisa mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya banjir yang akan datang.

Jelang Nataru, Antusiasme Masyarakat di Sekadau Ikuti Vaksinasi Covid-19 Meningkat

"yang paling penting ketersediaan makanan, kedua buku-buku, dan obat-obatan, karena baru mengeringnya air sampah-sampah tertinggal, kotoran masih banyak, ini yang terus kita lakukan," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sekadau, Subandrio menyampaikan terimakasih kepada Danrem yang telah memberikan bantuan untuk korban banjir di Sekadau, dan akan disalurkan bagi warga.

Subandrio mengatakan, beberapa hari kedepan Pemkab Sekadau juga akan melakukan monitoring ke sejumlah pengungsian untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi warg yang tinggal di pengungsian, karena kondisi air sudah menurun drastis.

"kita akan cek kesehatan warga kita. Untuk fasilitas umum yang rusak parah sangat minim karena banjir ini bukan banjir bandang, tetapi hanya air sungai meluap. Yang kita pikirkan sekarang adalah kesehatan masyarakat paska banjir," tandasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sekadau)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved