Breaking News:

Di Kalbar, Bumi Putera Belum Bayar 15 Ribu Polis Nasabah, Nilai Estimasi Capai 300 Miliar Rupiah

"Kami di kantor cabang tidak bisa memberikan kepastian, karena dari pusat belum ada memberikan kepastian kapan klaim akan dibayar, hanya meminta dari

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Nasabah kembali menggelar aksi di kantor AJB Bumiputera 1912 di Jalan Sultan Abdurrahman, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin 22 November 2021. Untuk wilayah Kalimantan Barat setidaknya ada 15.000 nasabah yang seharusnya sudah dilakukan pembayaran dengan total nilai lebih dari Rp 300miliar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Puluhan nasabah asuransi AJB Bumiputera menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Cabang Bumi Putera Pontianak yang berada di jalan Sultan Abdurrahman Pontianak, senin 22 November 2021.

Pada aksinya ini puluhan nasabah yang sejak bertahun - tahun lalu menanti pembayaran klaim asuransi dari Bumi Putera membawa berbagai sepanduk yang menuntut pihak management untuk segera membayarkan hak mereka.

Kepala Cabang Kantor Bumiputera Kota Baru Pontianak, Novi Rianto menyampaikan pihaknya dari kantor cabang tidak bisa memberi kepastian apapun terkait pembayaran klaim dari para nasabah di Kalbar.

"Kami di kantor cabang tidak bisa memberikan kepastian, karena dari pusat belum ada memberikan kepastian kapan klaim akan dibayar, hanya meminta dari pemegang polis untuk menunggu informasi dari pusat, karena sesuai SOP kami di cabang hanya pelayanan saja, terkait pembayaran tidak sampai kesana,"ujarnya menjelaskan.

Korban Gagal Bayar Bumi Putera di Pontianak Beri Manajemen Pocong dan Ancam Segel Kantor

"Klaim - klaim dari para nasabah ini kami sudah ajukan, semua posisi sudah di keuangan, tinggal dari keuangan membayarkan, kenapa belum karena itu tadi terkait karena kondisi likuiditas yang belum ada keputusan," tambahnya.

Ia mengungkapkan, per September 2021, di Kalbar total klaim nasabah yang belum di bayarkan sekira 15 ribu polis, dengan nilai estimasi dana 300 milyar rupiah.

"Per September kita dipanggil ke OJK ada 15 ribuan Polis di Kalbar yang Outstanding aja, kisaran 300 M,"ungkapnya.

"Terkait penyebab utama pasti kami tidak tau pasti, hanya disebutkan di pusat likuiditas memburuk sehingga tidak bisa membayarnya tepat waktu, dan diberikan nomor antrian untuk nanti dibayarkan,"katanya.

Hingga saat ini walaupun masih terdapat 15 ribuan polis yang belum terbayar, dikatakannya aktivitas kantor masih berjalan normal. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved