Empat Penyakit Rawan Pasca Banjir, Diskes Kapuas Hulu Perintahkan Puskesmas Siapkan Obat-obatan
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, Ade Hermanto menyatakan, pasca banjir biasanya penyakit yang rawan muncul dikalangan
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Dinas Kesehatan, telah melaksanakan antisipasi penyakit-penyakit yang berpotensi muncul pasca banjir, terhadap masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kapuas Hulu.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, Ade Hermanto menyatakan, pasca banjir biasanya penyakit yang rawan muncul dikalangan masyarakat yang terdampak banjir seperti, penyakit kulit, diare, typus, dan DBD.
"Dalam antisipasi tersebut, kami sudah memerintahkan kepada seluruh Puskesmas yang daerahnya terdampak banjir, agar mempersiapkan obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat," ujarnya kepada Tribun, Minggu 21 November 2021.
• UPDATE PRAKIRAAN Cuaca Ekstrem Wilayah Kalbar Kapuas Hulu & Ketapang Hujan Deras 22 November 2021
Diingatkan juga kepada Puskesmas, agar selalu melihat kondisi kesediaan obat-obatan di seluruh Pustu Poskesdes, dan Polindes.
"Kalau ketersediaan di Puskesmas menipis, langsung amprah ke Instalasi Farmasi Kabupaten, dan akan di drop ke seluruh kecamatan yang terdampak banjir," ucapnya.
Apakah sudah laporan masyarakat terkait keluhan penyakit di kondisi banjir seperti ini, Ade Hermanto menjelaskan bahwa, untuk sementara baru asa di Desa Lemedak Kecamatan Semitau.
"Disana ditemukan kasus diare, tapi tidak ada peningkatan," ungkapnya.
Data sementara kondisi banjir di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu 20 November 2021, ada 10 kecamatan yang masih terendam banjir yaitu, Kecamatan Silat Hilir ada 5,764 jiwa (1.843 KK), Selimbau sebanyak 6.107 jiwa (1.895 KK), Semitau ada 4.970 jiwa (1.760 KK), Suhaid sebanyak 6.583 jiwa (2.32 KK), Batang Lupar ada 1.283 jiwa (380 KK), Jongkong sebanyak 5.538 jiwa (1.592 KK), Badau ada 967 jiwa (303 KK), Embaloh Hulu sebanyak 213 jiwa (213 KK), Embaloh Hilir ada 6.245 jiwa (1.866 KK), dan Bunut Hilir sebanyak 4.915 jiwa (1.621 KK).
Jadi total masyarakat Kapuas Hulu di 10 Kecamatan yang terdampak banjir ada sebanyak 42.585 jiwa atau 13.794 KK. Sedangkan empat kecamatan yang terdampak tinggi akibat banjir yaitu, Batang Lupar, Selimbau, Suhaid, dan Semitau. (*)
Update Informasi Seputar Kabupaten Kapuas Hulu