Breaking News:

Kota Pontianak Miliki 28 Ribu UMKM, Junaidi Sebut UMKM Mesti Meningkatkan Kualitas Produk

Junaidi menyebutkan, di Kota Pontianak terdapat lebih dati 28 ribu UMKM, dengan sektor yang paling besar adalah sektor perdagangan.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/IMAM MAKSUM
Kepala Diskumdag Kota Pontianak Junaidi saat memberikan Penutupan Inkubbi, Jumat 19 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, Junaidi, mengatakan kegiatan Inkubbi 2021 menjadi pendorong dan menjadi tugas pemerintah khususnya diamanahkan kepada Diskumdag Kota Pontianak untuk meningkatkan UMKM hingga naik kelas.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar besarnya pelaksanaan Inkubbi 2021 ini. Ini mendorong dan menjadi tugas pemerintah khususnya diamanahkan ke kami untuk meningkatkan UMKM hingga naik kelas,” kata Junaidi saat memberikan sambutan penutupan Inkubbi 2021, Jumat 19 November 2021.

Junaidi menyebutkan, di Kota Pontianak terdapat lebih dati 28 ribu UMKM, dengan sektor yang paling besar adalah sektor perdagangan.

“Sektor akomodasi dan minuman mencapai 7 ribu lebih,” katanya.

Junaidi mengatakan angka tersebut merupakan potensi besar. Dia mengucapkan terima kasih, karena Pemkot Pontianak mendapat akses bantuan dari Kementerian Koperasi melalui program-program, bantuan presiden langsung ke TNI Polri telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Warga Rusunawa Harapan Jaya Terima Bantuan Beras dari Pemkot Pontianak

“Tentu menjadi kesulitan kami ialah terkait data, mana usaha mikro yang sudah naik kelas dan mana yang belum. Ketika kita punya data yang benar kita bisa lakukan kebijakan yang tepat,” ucapnya.

Kemudian, kepada para peserta, harap Junaidi, dengan pelatihan yang telah dilaksanakan paling tidak yang sudah berusaha ini dapat membantu pemerintah khususnya dari UMKM dan wira usaha.

“Adalah sangat mandiri dan kemudian tentu bisa menampung tenaga kerja yang ada. Di Kota Pontianak angka pengangguran hampir mencapai 30 ribuan, dari 229 ribu angakatan kerja,” ujarnya.

Dengan tumbuhnya UMKM dan usaha baru atau interpreuner memberikan dampak terhadap masyarakat, paling tidak terbantu dan berimplikasi terhadap angka kemiskinan di Kota Pontianak.

“Kita berharap semua pelaku UMKM mempunyai tekad, jangan usaha yang kita lakukan hanya sebatas coba-coba. Karena kalau coba coba nanti tidak berhasil dengan baik,” katanya.

Dia berujar UMKM selanjutnya mesti meningkatkan kualitas produk usahanya, jika sudah memenuhi standard selanjutnya diberikan pelatihan ke aplikasi digital. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved