Breaking News:

Jalur Tikus Perbatasan RI - Malaysia Favorit Penyelundup Narkoba, Petugas Akui Kesulitan Awasi Semua

Wakil Asisten Intelegent Kasdam XII Tanjungpura, Letkol Inf IC Tarigan yang hadir dalam konfrensi pers pemusnahan di kantor Ditresnarkoba Polda Kalbar

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pemusnahan 11,1 Kg narkoba jenis sabu dan 5.047 butir pil ekstasi dengan berat 2 kg yang diamanakan dari 3 lokasi berbeda di Kalbar, 2 di Kota Pontianak dan 1 di Kabupaten Sambas, dengan total 4 tersangka yang diamankan. Pemusnahan ini dilakukan oleh Diresnarkoba Polda Kalbar, di halaman kantor Ditresnarkoba Polda Kalbar jalan Hasanudin Pontianak, Jumat 19 November 2021, 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Wilayah perbatasan negara Indonesia - Malaysia di Kalimantan Barat merupakan jalur favorit dari para sindikat narkotika untuk menyelundupkan narkotika ke Indonesia.

Kepolisian bersama instansi terkait sudah berkali - kali berhasil mengagalkan upaya penyelundupan narkotika dari negeri jiran itu.

Terbaru, Pada 31 Oktober 2021, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan dari Batalyon Infanteri Mekanis 643 Wanara Sakti bersama Polda Kalbar dan Bea Cukai mengamankan seorang pria bernama Holmes di jalur tikus wilayah perbatasan Indonesia Malaysia, kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Mempawah,dengan barang bukti 8,178 kg Sabu.

Wakil Asisten Intelegent Kasdam XII Tanjungpura, Letkol Inf IC Tarigan yang hadir dalam konfrensi pers pemusnahan di kantor Ditresnarkoba Polda Kalbar jumat 19 November 2021 mengatakan bahwa jalur ilegal atau jalur tikus di perbatasan Indonesia - Malaysia sangat banyak dan tidak dapat dipastikan jumlah pastinya, karena jalur itu menyatu dengan hutan.

Sabu dan Ribuan Ekstasi Dari Malaysia Diamankan, Polda Kalbar Masih Selidiki Lokasi Tujuan

Ia menjelaskan untuk menjaga wilayah perbatasan Indonesia Malaysia di Kalbar, saat ini terdapat 900an personel TNI dari dua batalyon yang menjaga perbatasan.

''Kami TNI disana menjaga perbatasan ada 450 orang satu Bayalyon, dan disana ada dua Batalyon sehingga totalnya 900an orang,''ujarnya.

"Dan memang jalur tikus ini banyak sekali, kamipun tidak bisa mengawasi semua, sehingga dalam proses pengamannya kami bekerja sama dengan berbagai pihak yang ada,''tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved