Dua Bidan Puskesmas Sekadau Hilir Bantu Persalinan di Atas Perahu Karet, Sebut Pengalaman Berharga

Bidan Yohana dan Regina yang saat ini bertugas di Puskesmas Sekadau Hilir mengaku proses persalinan dramatis itu merupakan kegiatan pertama yang diala

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. TNI AL Lantamal XII Pontianak
Foto bayi yang dilahirkan di atas perahu karet saat menyebrangi sungai Kapuas ketika digendong bidan dan anggota TNI AL yang membantu proses evakuasi dari dusun Teribang desa Seberang Kapuas menuju desa sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Pertama kali membantu proses persalinan di atas perahu karet saat menyeberangi sungai Kapuas, Bidan Yohana dan Regina sebut sebagai pengalaman pertama selama bertugas, Jumat 19 November 2021.

Bidan Yohana dan Regina yang saat ini bertugas di Puskesmas Sekadau Hilir mengaku proses persalinan dramatis itu merupakan kegiatan pertama yang dialami. Bagi keduanya proses persalinan itu menjadi pengalaman paling unik dan menjadi tantangan tersendiri.

Terlebih saat persalinan perahu karet yang ditumpangi sedang melintasi sungai Kapuas yang sedang meluap dan membanjiri sejumlah wilayah di Kabupaten Sekadau sejak 1 bulan terakhir.

Peralatan dan ruang gerak pun sangat terbatas, dimana dalam perahu karet tersebut terdapat sekitar 8 orang penumpang yang terdiri dari dua orang bidan, anggota TNI AL, pasien dan keluarga pasien.

Ibu Muda di Sekadau Kalbar Terpaksa Melahirkan Bayinya di Atas Perahu Karet Milik TNI AL

Proses persalinan itupun dilalui pasien yang bernama Febri (21) warga dusun Teribang, desa Seberang Kapuas, kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar pada pukul 08:20 WIB dengan bantuan bidan dan anggota TNI AL, yang melahirkan bayi perempuan berbobot 3,2 kilogram.

Diketahui Febri sebelumnya dalam proses evakuasi menuju Puskesmas Sekadau Hilir karena sudah menunjukkan tanda-tanda awal untuk melahirkan. Sementara saat itu rumah dan pemukimannya sedang dilanda banjir sejak beberapa pekan terakhir.

Letda Hengki, Marinir yang Membantu Proses Persalinan Seorang Ibu di Sekadau di Atas Perahu Karet

Akibatnya proses evakuasi harus dilakukan menggunakan perahu karet milik TNI AL Lantamal XII Pontianak yang sedang bertugas membantu penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Sekadau sejak beberapa hari terakhir.

"Ini pertama kalinya terjadi di Puskesmas Sekadau Hilir, dalam persalinan tingkat kesulitannya pada bayi yang asfiksia ringan, kondisi bayinya biru dan sempat menelan air ketuban juga tadi, jadi setelah sampai ke daratan langsung dilarikan ke Puskesmas Sekadau Hilir," kata bidan Yohana.

Dilanjutkan bidan Regina saat ini kondisi bayi dan ibunya normal dan sedang dalam proses pemulihan. Walaupun bayinya sempat susah bernafas dan hanya menangis sebentar setelah dilahirkan.

"Kalau tidak ada keluhan bisa pulang, dan akan pulang ke rumah mertuanya yang tidak terendam banjir," tandasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sekadau)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved