Breaking News:

Dorong UMKM Mengembangkan Usaha Dengan Digitalisasi

“Kebetulan di angkatan kedelapan ini merupakan era digital, kita ingin arahkan pelatihan ini ke arah digital,” ucapnya.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/IMAM MAKSUM
Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Agus Chusaini saat memberikan sambutan penutupan Inkubbi, 19 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor wilayah Bank Indonesia Kalimantan Barat Agus Chusaini menutup secara resmi Inkubator Bisnis Bank Indonesia (Inkubbi), Jumat 19 November 2021.

Inkubbi 2021 merupakan angkatan ke delapan yang diikuti oleh 25 pelaku UMKM di Kalbar. Pembinaan bisnis yang dilakukan Bank Indonesia melalui program Inkubbi sudah dilakukan sejak 2013.

“Sejak 2013 dan ini terus kami lakukan. Tujuan Inkubbi untuk mencetak wirausaha wirausaha muda baru sehingga ada wirausaha yang jadi,” kata Agus Chusaini kepada wartawan.

Agus Chusaini mengatakan pihaknya mendorong UMKM agar sukses dalam berbisnis.

“Kebetulan di angkatan kedelapan ini merupakan era digital, kita ingin arahkan pelatihan ini ke arah digital,” ucapnya.

Kakanwil DJKN Kalbar Harap OJK Mampu Bawa Industri Keuangan Berdaya Saing Global

Karena, jelas Agus Chusaini, digitalisasi merupakan suatu keharusan di masa yang akan datang masa pandemi juga sudah akan hilang sehingga ekonomi digital akan bertumbuh.

“Kami ingin UMKM di Kalbar bisa memanfaatkan sehingga pelatihan ini kita lakukan, mulai dari pengetahuan tentang ekonomi digital, bagaimana promosikan produk di dunia digital, dan bagaimana bersaing di dunia digital agar mereka menjadi pemenang disana,” katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya akan melakukan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM. Karena era digital, kata Agus Chusaini, trust menjadi hal utama, kalau tidak ada trust tidak akan ada yang mau membeli.

“Kami berharap nanti kualitasnya juga akan meningkat, dan konsistensi produksinya, dalam kesempatan ini kami juga memberi ruang OJK bagaimana mengajukan pembiayaan bagi UMKM yang mengalami permasalahan permodalan sehingga bisa belerjasama dengan lembaga keuangan formal maupun nonformal,” ucapnya.

Sehingga, lanjut dia, pelaku UMKM mungkin bisa mendorong kapasitas produksinya dan pengembangan usaha. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved