Breaking News:

Berita Video

Detik-detik Febri Melahirkan di Atas Perahu Karet di Sekadau

ia bersama suami dan sang ayah tidur di atas panggung yang dibuat dari kayu di dalam rumah

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Ibu muda bernama Febri Indah Lestari (21) warga dusun Teribang, Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir melahirkan di perahu karet saat menyeberangi sungai Kapuas, pukul 08:20 WIB.

Febri melahirkan anak pertamanya berjenis kelamin perempuan seberat 3,2 ons.

Dibantu oleh dua orang bidan Puskesmas Sekadau Hilir dan anggota TNI Angkatan Laut yang sedang membantu penanggulangan banjir di Kabupaten Sekadau.

Proses persalinan itu berlangsung dramatis di tengah derasnya arus sungai Kapuas.

Febri diketahui saat itu sedang dievakuasi dari kediamannya karena pemukiman rumahnya sudah terendam banjir sejak beberapa hari terakhir.

Ketinggian air dikatakan Febri sudah mencapai atap rumah. Namun dirinya masih bertahan di rumah karena belum sempat mengungsi.

Dua Bidan Puskesmas Sekadau Hilir Bantu Persalinan di Atas Perahu Karet, Sebut Pengalaman Berharga

"Rencananya hari ini baru mau mengungsi, ternyata tadi malam sudah ada tanda-tanda (mau melahirkan) terus lapor ke dusun dan pihak TNI AL yang memang setiap hari mengunjungi kami yang membantu evakuasi, dibantu bidan dari puskesmas, mereka jemput ke rumah," ujar Febri.

Ia mengatakan selama banjir menggenangi rumahnya, ia bersama suami dan sang ayah tidur di atas panggung yang dibuat dari kayu di dalam rumah.

Pihak tim SAR dan TNI memang diakui Febri sudah hampir setiap hari mengunjungi dan menawarkan untuk dievakuasi. Namun karena pada saat itu sang suami masih bekerja, dirinya tidak berani mengungsi sendirian.

"Kemarin ada ngajak (untuk evakuasi), tapi karena suami dan bapak tidak ada di rumah jadi belum berani pergi. Pas tadi pagi lah baru dievakuasi, ternyata pecah ketuban di tengah sungai dan langsung melahirkan," ungkapnya.

Dikatakan Febri, sebetulnya bidan desa juga sudah siap membantu persalinan, namun karena kediaman bidan desa juga terendam, sehingga mengungsi ke Desa Tanjung.

Ia pun mengaku rasa takut dan khawatir tentu dirasakan, namun karena ada bidan dan anggota TNI Angkatan Laut yang membantu sehingga persalinan di atas sungai Kapuas itu dapat berjalan dengan aman. Saat ini ibu dan anak itu sedang menjalani masa pemulihan di Puskesmas.

"Rasanya takut soalnya di atas air, tapi pas bayi keluar senang, apalagi di bantu tim medis dan TNI Al," tutup Febri.

[Update Berita Video Tribunpontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved